KECELAKAAN TUNGGAL: fokusinews.com. // Hantam Benjolan di Jalintim Betung, Truk Bermuatan yang Disopiri Warga Palembang Terguling di Rimba Asam
BETUNG, 17 JULI 2026 – Kecelakaan lalu lintas tunggal kembali terjadi di jalur tengkorak Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Jambi. Peristiwa ini tepatnya berlangsung di Kampung Meranjat, Kelurahan Rimba Asam, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan pada Jumat (17/7). Sebuah truk angkutan barang bernomor polisi BG 8429 RR bermuatan penuh ambruk dan terguling ke sisi kanan jalan akibat kondisi infrastruktur jalan yang buruk.
Truk tersebut diketahui dikemudikan oleh Pak Dusro, seorang sopir asal Kota Palembang. Menurut penuturan Pak Dusro di lokasi kejadian, peristiwa bermula ketika kendaraannya sedang melaju dan ia berniat mendahului (memotong) kendaraan lain di depannya. Namun naas, saat manuver menyalip sedang berlangsung, roda truk mendadak menghantam benjolan keras di permukaan jalan. Akibat beban muatan yang berat ditambah guncangan mendadak dari kontur jalan yang tidak rata, truk yang dikemudikan Pak Dusro langsung limbung dan terbalik ke bahu jalan tanah.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pak Dusro dilaporkan selamat dari kecelakaan tersebut, namun posisi truk yang terguling sempat memicu perhatian warga sekitar dan memperlambat arus lalu lintas di kawasan Jalintim Betung. Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Banyuasin diharapkan segera turun ke lokasi untuk membantu pengaturan arus lalu lintas dan mengevakuasi badan kendaraan.
Warga Desak Pemerintah Pusat dan Daerah Segera Perbaiki Jalan
Insiden terbaliknya truk Pak Dusro ini langsung memicu reaksi dari warga Kampung Meranjat dan para pengguna jalan yang kerap melintasi Kelurahan Rimba Asam. Kecelakaan ini dinilai menjadi bukti nyata dari bahayanya kondisi kerusakan jalan di Jalintim seputaran Betung yang selama ini dikeluhkan karena bergelombang ekstrem dan berlubang.
Masyarakat menyampaikan harapan besar kepada pemerintah, baik Pemkab Banyuasin maupun Kementerian PUPR selaku penanggung jawab jalan nasional, untuk segera melakukan perbaikan permanen berupa pengaspalan ulang (overlay) secara menyeluruh. Warga menegaskan bahwa penambalan sementara tidak lagi efektif mengingat tingginya volume truk bertonase besar yang melintas setiap hari. Warga mendesak aksi nyata dari pemerintah sebelum ada benjolan atau lubang jalan lain yang memakan korban jiwa.
Reporter.suparman.
fokusinews.com





