SERUI — Anggota DPR RI Komisi XIII, Tonny Tesar, S.Sos., mendorong mahasiswa di Kabupaten Kepulauan Yapen untuk memahami sekaligus menerapkan prinsip Penghormatan, Pelindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia (P5HAM) dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Tonny saat menghadiri sosialisasi P5HAM bersama mahasiswa di Hotel Kelapa Dua, Kabupaten Kepulauan Yapen, Senin (10/8/2026). Kegiatan yang digelar bersama Kementerian Hak Asasi Manusia itu mengangkat tema “Mewujudkan Masyarakat yang Sadar Hak Asasi Manusia melalui Implementasi P5HAM.”

Tonny mengatakan, pemahaman tentang HAM penting dimiliki mahasiswa karena mereka merupakan generasi muda yang nantinya memiliki peran dalam kehidupan sosial, pemerintahan maupun pembangunan daerah.
“Sosialisasi ini bagaimana kita memahami tentang penghormatan, perlindungan, dan penegakan hak asasi manusia,” ujar Tonny.
Menurutnya, HAM merupakan hak yang melekat pada setiap manusia sejak lahir dan harus dihormati oleh setiap orang. Karena itu, pemahaman HAM tidak hanya berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi juga menyangkut kehidupan sehari-hari, seperti hak mendapatkan pendidikan, kesehatan, pekerjaan, perlakuan yang layak hingga membangun keluarga.
Tonny menegaskan, setiap orang memiliki hak, namun pelaksanaan hak tersebut tetap harus menghormati hak orang lain.
“Kita punya hak yang ada dalam diri kita, tetapi tidak boleh sewenang-wenang dan melanggar hak orang lain. Kita harus bijaksana sebagai warga negara,” tegasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Tonny juga menyoroti pemenuhan hak atas pendidikan yang masih menghadapi berbagai persoalan di sejumlah daerah. Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.
Ia menilai masih terdapat persoalan seperti keterbatasan fasilitas sekolah, kekurangan tenaga pendidik, sulitnya akses menuju sekolah hingga persoalan biaya pendidikan yang menjadi beban bagi keluarga kurang mampu.
“Dalam UUD, negara mempunyai tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa dan seluruh warga negara. Tetapi kenyataannya masih ada sekolah yang tidak layak, guru yang tidak cukup dan masyarakat yang sulit menjangkau sekolah,” ungkapnya.
Tonny berharap mahasiswa tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti belajar. Sebaliknya, generasi muda diminta terus meningkatkan kemampuan dan pendidikan agar dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Jangan sampai keadaan membuat semangat kita turun. Mari terus belajar dengan apa adanya, raih cita-cita untuk kehidupan yang lebih baik dan sejahtera,” katanya.
Sementara itu, mahasiswa STKIP PGRI Serui, Chania Wayeni, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi P5HAM tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga negara.

“Sebagai mahasiswa, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami menjadi lebih sadar tentang hak asasi manusia, baik sebagai manusia maupun sebagai mahasiswa,” ujar Chania.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Yapen karena dinilai memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran terhadap HAM.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua STKIP PGRI Serui, Dr. Orgenes Runtuboi, anggota DPRK Kepulauan Yapen Rian Hendrik dan Emma R. Tauran, serta Pdt. Yohanes Menanti.





