Pandeglang – Percakapan warga di media sosial kembali menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis MBG di Dapur Umi Kaisar, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Dalam tangkapan layar chat yang beredar, warga meluapkan kekecewaan terkait pengelolaan dapur tersebut.
Dalam chat tersebut, salah satu warga menulis: “Mending d tutup eta dapur umi kaisar gedeeun NU boga nageh pamer Bae NU Aya”.
Artinya: “Mending ditutup saja dapur Umi Kaisar itu, yang punya besar kepala, pamer saja yang ada.”
Warga lain menimpali dengan menyoroti kualitas makanan dan dugaan keberpihakan kepada oknum tertentu. “Jeng deui kualitas makanan na asal Bae yang penting oknum sakola jeng korwilna kabagean Bae tamah”
Artinya: “Lagi pula kualitas makanannya asal-asalan, yang penting oknum sekolah dan korwilnya kebagian saja”.
Keluhan ditutup dengan kalimat “Kpm mah di kesampingkan” yang artinya “Keluarga Penerima Manfaat mah dikesampingkan”.
Warga menyimpulkan Dari percakapan itu muncul 3 poin kritik utama warga terhadap Dapur MBG Umi Kaisar Menes.
1. Manajemen dan Sikap Pengelola Diduga ada arogansi dari pihak pengelola. Warga merasa tidak dihargai.
2. Kualitas Makanan Warga menilai kualitas makanan MBG tidak sesuai standar dan “asal-asalan”.
3. Tidak Transparan Diduga ada oknum sekolah dan korwil yang lebih diutamakan, sementara KPM atau siswa penerima manfaat justru dikesampingkan.
Dapur MBG Umi Kaisar Menes merupakan salah satu dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis dari Badan Gizi Nasional BGN. Program ini menyasar ribuan siswa di wilayah Menes dan sekitarnya dengan tujuan menurunkan stunting dan meringankan beban orang tua.
Namun keluhan warga ini menunjukkan adanya konpirasi antara tujuan program dengan pelaksanaan di lapangan.
Warga berharap BGN dan pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Dapur Umi Kaisar. Evaluasi meliputi kualitas gizi, transparansi pengadaan, hingga sikap pengelola kepada masyarakat dan sekolah.
“Programnya bagus, tapi kalau pelaksananya begini, lebih baik dievaluasi. Jangan sampai niat baik pemerintah jadi rusak karena oknum,” ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak disebutkan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Dapur MBG Umi Kaisar Menes dan satgas BGN Pandeglang belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Tutup





