Biak-Papua. FokusiNews.com. Parade Mansusu yang digelar di Kampung Anggopi, Distrik Oridek, Minggu (5/7/2026), berlangsung meriah dan menjadi salah satu atraksi budaya dalam rangkaian Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme masyarakat dan wisatawan yang hadir untuk menyaksikan tradisi bahari khas Biak yang diwariskan secara turun-temurun.
Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas orang Biak.
Dalam sambutannya, Bupati mengatakan kehadiran seluruh masyarakat dalam Parade Mansusu merupakan bentuk komitmen bersama untuk mempertahankan warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Kehadiran kita semua hari ini merupakan komitmen yang luar biasa untuk terus mengangkat dan menjaga budaya kita. Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena masih diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga dapat bersama-sama melestarikan warisan budaya ini,” ujarnya.
Menurut Markus, Parade Mansusu bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan simbol kejayaan maritim masyarakat Biak yang telah dikenal sebagai pelaut ulung sejak zaman dahulu.
Ia mengungkapkan bahwa sejarah mencatat orang Biak telah menjelajahi berbagai wilayah Nusantara hingga kepulauan di Pasifik menggunakan perahu tradisional, jauh sebelum hadirnya teknologi navigasi modern.
“Sejarah mencatat, ketika yang lain belum ke mana-mana, orang Biak sudah pergi ke mana-mana. Sampai ke gugusan kepulauan Pasifik, Indonesia bagian timur, tengah, hingga barat. Mereka berlayar menggunakan perahu-perahu tradisional yang hari ini kita saksikan kembali melalui Parade Mansusu,” kata Bupati.
Ia juga mengenang kehebatan para Mambri, pelaut dan pejuang tangguh Biak, yang mampu mengarungi lautan hanya dengan mengandalkan pengetahuan membaca arah angin, arus laut, dan rasi bintang.
“Mereka tidak memakai GPS ataupun teknologi seperti sekarang. Mereka membaca bintang dan alam sebagai penunjuk arah. Pengetahuan itu merupakan warisan yang sangat berharga dan harus kita jaga bersama,” tuturnya.
Bupati menegaskan bahwa budaya Biak bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga aset daerah yang memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata. Karena itu, pelaksanaan Festival Biak Munara Wampasi 2026 diharapkan menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah maritim Biak kepada wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Parade Mansusu sendiri menjadi salah satu ikon budaya dalam FBMW 2026. Atraksi ini menampilkan perahu-perahu tradisional yang dihias dengan ornamen khas Biak sebagai simbol kejayaan pelayaran leluhur sekaligus menggambarkan eratnya hubungan masyarakat Biak dengan laut sebagai sumber kehidupan, budaya, dan peradaban.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor berharap generasi muda semakin mengenal sejarah, mencintai budaya daerah, serta terus melestarikan nilai-nilai adat yang diwariskan para leluhur.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, panitia, dan semua pihak yang telah menyukseskan Parade Mansusu sebagai bagian dari rangkaian Festival Biak Munara Wampasi 2026.
“Terima kasih. Tuhan memberkati dan menolong kita semua. Syowi ma Kasumasa,” tutup Bupati.






