Busana Adat ‘Rimpu Cili’ Mewarnai Pawai Iraw Tengkayu XV, IMBIPU Tarakan Tampilkan Pesona Bima-Dompu

Oplus_131072

FokusiNews.Com, Kaltara. 05 Juli 2026

TARAKAN – Ribuan pasang mata tertuju pada kontingen Ikatan Masyarakat Bima-Dompu NTB (IMBIPU) Kota Tarakan saat mengikuti Pawai Budaya Festival Iraw Tengkayu XV, Sabtu (4/7/2026). Organisasi kemasyarakatan ini menampilkan busana adat Rimpu Cili, pakaian tradisional wanita Suku Mbojo yang sarat nilai religius dan filosofi moral.

Kehadiran IMBIPU dalam festival tahunan yang masuk dalam 100 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI itu menjadi bukti nyata eksistensi dan komitmen warga Bima-Dompu dalam merawat serta memperkaya keberagaman budaya di Bumi Paguntaka.

Daya tarik utama yang disuguhkan adalah peragaan busana Rimpu Cili menggunakan sarung tenun ikat Tembe Nggoli buatan tangan. Kain tenun ini memiliki keunikan, yakni terasa hangat saat cuaca dingin dan memberikan sensasi dingin saat cuaca panas.

Berdasarkan aturan adat yang diwariskan sejak abad ke-17, gaya Rimpu Cili—di mana sarung membungkus seluruh tubuh dan hanya menyisakan celah pada mata—khusus diperuntukkan bagi perempuan yang belum menikah. Sementara perempuan yang sudah menikah mengenakan gaya Rimpu Cili dengan wajah terbuka.

Ketua IMBIPU Provinsi Kalimantan Utara, Sahbudiman, S.Kom., M.H., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus IMBIPU Kota Tarakan yang telah terlibat aktif dalam menyukseskan agenda pariwisata nasional tersebut.

“Kami berkomitmen penuh untuk selalu memegang teguh prinsip ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’. Keberadaan warga Bima dan Dompu di Kalimantan Utara harus membawa kemaslahatan dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, salah satunya melalui aksi nyata dalam menyukseskan Festival Iraw Tengkayu ini,” tegas Sahbudiman.

Ia juga menyampaikan harapan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tarakan agar proses administrasi penerbitan Surat Keterangan Lapor (SKL) bagi IMBIPU Tarakan dapat segera terbit.

“Hal ini penting guna menyelaraskan pelaporan organisasi yang selama ini sudah berjalan dengan sangat baik dan tertib antara IMBIPU Kalimantan Utara bersama Kesbangpol Pemprov Kaltara,” tambahnya.

Suksesnya penampilan itu tidak terlepas dari kerja keras kepengurusan IMBIPU Kota Tarakan yang baru dipimpin Sersan Satu Syafruddin, menggantikan Sersan Satu Ridwan pasca Musyawarah Daerah (Musda) beberapa bulan lalu.

Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., yang turut hadir menyaksikan jalannya festival menjelaskan bahwa Iraw Tengkayu merupakan gelaran ke-15. Acara yang awalnya merupakan pesta budaya rakyat Suku Tidung sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki laut ini dulunya digelar dua tahun sekali, namun menjadi agenda tahunan sejak 2019.

“Tahun 2026 ini merupakan tahun kelima Festival Iraw Tengkayu masuk ke dalam 100 Karisma Event Nusantara (KEN) di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Terima kasih kepada seluruh elemen—mulai dari tokoh adat, tokoh agama, paguyuban, hingga dunia usaha—yang terus mendukung kesuksesan acara ini,” tutur dr. Khairul.

Rangkaian parade ditutup dengan momen penuh kehangatan di atas panggung utama. Ketua IMBIPU Kota Tarakan, Sersan Satu Syafruddin, bersama jajaran pengurus melakukan sesi foto bersama Wali Kota dan menyerahkan cinderamata berupa kain tenun Tembe Nggoli sebagai simbol persaudaraan antar-suku di Kota Tarakan.

Editor  : FN – AR

Laporan : Sahbudiman

Pos terkait