Fokusinews.com||Kebumen- Di balik senyum yang masih terpancar, tersimpan perjuangan panjang yang telah dijalani Muntakiyah (62), warga Desa Kawedusan, Kecamatan Kebumen,
Kabupaten Kebumen. Selama hampir dua tahun terakhir, dirinya berjuang melawan
penyakit kanker dengan memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Baginya, kehadiran Program JKN bukan sekadar jaminan kesehatan, tetapi juga menjadi sumber ketenangan bagi dirinya dan keluarga di tengah proses pengobatan yang panjang. Awalnya, Muntakiyah mengira keluhan yang dirasakan hanyalah saraf terjepit. Rasa nyeri yang dialaminya membuat aktivitas sehari-hari menjadi terbatas. Namun setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di RS PKU Muhammadiyah Gombong, dokter
menemukan adanya benjolan pada payudara yang kemudian harus segera ditangani melalui tindakan operasi.
“Awalnya saya kira hanya saraf terjepit. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata ada
benjolan di payudara. Alhamdulillah benjolan itu berhasil diangkat melalui operasi, dan keluhan yang saya rasakan perlahan membaik,” tutur Muntakiyah.
Meski operasi berjalan dengan baik, hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa sel kanker telah menyebar hingga ke tulang. Kondisi tersebut mengharuskan dirinya
menjalani pengobatan lanjutan berupa kemoterapi secara rutin. Hingga kini, Muntakiyah masih menjalani kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Gombong sebagai bagian dari upaya melawan kanker tulang yang dideritanya.
Perjalanan pengobatan yang tidak singkat tersebut tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Beruntung, seluruh layanan kesehatan yang dijalaninya ditanggung oleh Program JKN.
Mulai dari tindakan operasi, kemoterapi, kontrol rutin, hingga perawatan di rumah
sakit, seluruhnya dapat diakses tanpa mengeluarkan biaya tambahan sesuai dengan indikasi medis.
“Kalau tidak ada JKN, saya tidak bisa membayangkan bagaimana harus menanggung biaya pengobatan selama ini. Alhamdulillah semua ditanggung, jadi saya bisa lebih fokus menjalani pengobatan tanpa terlalu memikirkan biaya,” ungkapnya penuh rasa syukur. Tidak hanya kemudahan dalam pembiayaan, Muntakiyah juga merasakan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN. Meski
pengoperasiannya dibantu oleh anggota keluarga, ia mengaku fitur antrean online sangat memudahkan proses kontrol rutin yang harus dijalaninya.
“Biasanya seminggu sebelum jadwal kontrol, anak saya membantu mengambil antrean
lewat Mobile JKN. Jadi saat datang ke rumah sakit tidak perlu datang terlalu pagi atau
antre lama. Sangat membantu, apalagi kondisi saya tidak memungkinkan untuk terlalu lama menunggu,” jelasnya.
Menurut Muntakiyah, pelayanan yang diterimanya selama menjalani pengobatan juga sangat baik. Mulai dari tenaga kesehatan hingga petugas administrasi memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan tidak membedakan pasien peserta JKN dengan pasien lainnya.
Perjuangan Muntakiyah sempat memasuki fase yang sangat berat pada akhir tahun 2024. Saat menjalani pengobatan kanker tulang, kondisinya menurun hingga harus dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr. Soedirman. Bahkan, ia sempat mengalami koma selama lima hari. Masa-masa tersebut menjadi ujian yang tidak mudah bagi dirinya maupun keluarga.
“Alhamdulillah saya masih diberikan kesempatan untuk pulih. Selama dirawat di ICU sampai kondisi membaik, semuanya ditanggung oleh JKN. Kami sekeluarga benar-benar merasa sangat terbantu,” katanya.
Manfaat Program JKN juga dirasakan oleh sang suami, Panut Maliki (69). Sebagai peserta JKN aktif, Panut pernah menjalani operasi mata di RS Purbowangi tanpa biaya tambahan. Saat ini ia juga rutin menjalani pengobatan penyakit jantung dan diabetes melitus di RSUD dr. Soedirman dengan memanfaatkan Program JKN.
Melihat pengalaman yang dialami dirinya dan sang suami, Muntakiyah berharap masyarakat dapat menjaga kepesertaan JKN agar tetap aktif. Menurutnya, tidak ada yang mengetahui kapan musibah atau penyakit akan datang sehingga perlindungan jaminan
kesehatan menjadi hal yang sangat penting dimiliki setiap orang.
“Saya mengajak masyarakat untuk selalu memastikan kepesertaan JKN tetap aktif. Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang. Saat dibutuhkan, JKN benar-benar sangat
membantu, baik dari sisi biaya maupun kemudahan pelayanan. Saya sangat bersyukur bisa menjadi peserta JKN,” tutup Muntakiyah.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, mengatakan bahwa
kisah Muntakiyah menjadi gambaran nyata bagaimana Program JKN hadir untuk
memberikan perlindungan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat, terutama bagi peserta yang membutuhkan pelayanan kesehatan berkelanjutan.
“Program JKN dirancang agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan sesuai dengan indikasi medis tanpa harus dibayangi kekhawatiran terhadap biaya pengobatan. Mulai dari pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, pemeriksaan lanjutan, tindakan operasi, kemoterapi, perawatan intensif hingga kontrol rutin dapat dijamin sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Dina.
Dina juga mengapresiasi pemanfaatan layanan digital melalui aplikasi Mobile JKN yang dilakukan oleh Muntakiyah dan keluarganya. Menurutnya, berbagai fitur yang tersedia, seperti antrean online dan pengecekan status kepesertaan, merupakan bentuk transformasi layanan BPJS Kesehatan untuk memberikan kemudahan, kepastian, dan efisiensi bagi peserta.
“Kami terus berupaya menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, baik melalui
fasilitas kesehatan maupun kanal digital. Dengan memanfaatkan Mobile JKN, peserta dapat menghemat waktu karena tidak perlu mengantre terlalu lama di rumah sakit. Kami
juga mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan status kepesertaan JKN tetap
aktif agar ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, manfaat Program JKN dapat langsung dimanfaatkan tanpa kendala,” tutup Dina.





