Serui- Badan Persekutuan Gereja Kampung Sarawandori Satu dan Kampung Sarawandori Dua menyelenggarakan ibadah memperingati wafatnya Yesus Kristus pada Jumat (3/4/2026) pukul 17.00 WIT hingga selesai. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Gereja GBI Eben Haezer Sarawandori dan dihadiri sekitar 180 jemaat.
Ibadah berlangsung dengan penuh khidmat, diawali dengan puji-pujian yang dipimpin oleh Evangelis Ruth Yapanani. Suasana semakin mendalam saat Pelayan Firman, Pendeta Amelia Rohua, menyampaikan khotbah yang diambil dari Ibrani 9:22, yang menegaskan bahwa tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa.
Dalam penyampaian firman, jemaat diajak untuk tetap percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, yang telah mengorbankan diri-Nya di kayu salib demi menebus dosa umat manusia. Ditekankan bahwa darah Yesus yang tercurah merupakan harga yang mahal untuk keselamatan manusia, menjadikan-Nya sebagai pahlawan sejati bagi dunia—berbeda dengan pahlawan dari negara manapun.
Selain itu, umat diingatkan untuk tidak terikat pada hal-hal duniawi maupun penyembahan berhala yang dapat menjauhkan dari iman, melainkan tetap bersandar sepenuhnya kepada Tuhan Yesus.
Ketua Badan Persekutuan Gereja Kampung Sarawandori Satu dan Dua, Pdt. Thimotius Kanyuga, S.Th, dalam pesannya mengajak seluruh umat dari enam jemaat—GKI Effata, GPdI Maranatha, GBI Eben Haezer, GPDP Horeb, GBI Elim, dan GPdI El-Gibbor—untuk terus bergandeng tangan dalam membangun tubuh Kristus di wilayah tersebut.
“Kita bersyukur atas keselamatan yang Tuhan berikan melalui kematian Yesus Kristus. Mari kita tetap bersatu dan setia melayani Tuhan,” ujarnya.
Ibadah ini menjadi momentum penting bagi seluruh umat Tuhan di Kampung Sarawandori Satu dan Sarawandori Dua untuk mempererat persatuan iman serta memperkuat komitmen dalam pelayanan kepada Tuhan.










