Silaturahmi Akbar Muhammadiyah DKI 1447 H: Mempererat Ukhuwah, Menguatkan Literasi

Nasional

fokusinews.com / Jakarta – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta pada Sabtu, 4 April 2026. Lebih dari 1.500 peserta, yang terdiri dari seluruh tingkatan struktur organisasi mulai dari Pimpinan Wilayah, Daerah, Cabang, Ranting, hingga organisasi otonom (Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Tapak Suci, Nasyiatul Aisyiyah, dan IPM), memadati lokasi acara dalam kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal Keluarga Besar Muhammadiyah DKI Jakarta 1447 H. Acara ini juga disiarkan langsung oleh TV Muhammadiyah.

Acara dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Gubernur DKI Jakarta, Dr. H. Pramono Anung, Walikota Jakarta Pusat, perwakilan Kapolda Metro Jaya, serta perwakilan Keuskupan Jakarta. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan semangat inklusivitas serta kerukunan dan persatuan antarumat beragama.

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono Anung menyoroti peran strategis Muhammadiyah dalam perkembangan tradisi Halal Bihalal di Indonesia. Mengutip pengalaman masa kecilnya di Kediri, Jawa Timur, ia menceritakan bagaimana Muhammadiyah memodernisasi tradisi tersebut.

“Dulu, anak-anak berkeliling dari rumah ke rumah hanya untuk meminta rengginang dan sangu. Muhammadiyah kemudian mengubahnya menjadi acara berkumpul yang tertib di aula atau gedung-gedung. Ini adalah bentuk modernisasi tradisi yang luar biasa, menjadikan Halal Bihalal tidak sekadar seremonial, tetapi wadah edukasi dan penguatan silaturahmi yang terstruktur,” ujar Pramono Anung.

Gubernur juga menekankan bahwa kekuatan organisasi kemasyarakatan Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) merupakan pilar penting stabilitas sosial dan politik. “Di daerah manapun, jika Muhammadiyah dan NU kuat, maka stabilitas daerah tersebut terjaga. Inilah modal besar bagi Jakarta untuk bergerak maju,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Dr. Ahmad Abu Bakar, M.M., menegaskan komitmen seluruh warga Muhammadiyah untuk mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Kami mendukung penuh visi Bapak Gubernur untuk menjadikan Jakarta sebagai Kota Global yang tetap berakar pada nilai-nilai religius. Sinergi antara pemerintah dan ormas Islam adalah kunci keberhasilan pembangunan karakter masyarakat Jakarta,” tegasnya.

Sebagai wujud nyata pasca pembinaan Ramadan, PWM DKI Jakarta mencanangkan Gerakan Literasi Al-Qur’an. Gerakan ini mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk membudayakan membaca dan memahami Al-Qur’an minimal satu ayat setiap hari, yang diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas dalam memperkuat akhlakul karimah.

Dalam acara tersebut juga dipaparkan sejarah istilah “Halal Bihalal”. Meskipun tradisi silaturahmi sudah dilakukan Muhammadiyah sejak tahun 1924 sebagaimana tercatat dalam edisi pertama majalah Suara Muhammadiyah, istilah “Halal Bihalal” sendiri dipopulerkan oleh Presiden Ir. Soekarno pada tahun 1948. Langkah itu dilakukan atas saran para tokoh Islam, termasuk dari kalangan Muhammadiyah dan NU, sebagai strategi mempersatukan ulama di masa pasca kemerdekaan.

“Halal Bihalal adalah tradisi khas Indonesia yang sangat positif. Ia mengandung dua inti utama: mempererat silaturahmi, baik hubungan darah maupun kemanusiaan, dan saling memaafkan atau islah untuk membersihkan hati setelah sebulan penuh ditempa dalam ibadah Ramadan,” jelas Pramono Anung.

Acara yang dihadiri juga oleh mantan Ketua dan Sekretaris PWM DKI Jakarta periode sebelumnya, Kyai Haji Sunan, serta tokoh lintas agama ini, menjadi bukti soliditas serta militansi warga Muhammadiyah dalam menjaga persatuan bangsa, mencegah radikalisme, dan berkontribusi bagi kemajuan Jakarta.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Haji Sunan, yang secara khusus memohonkan keberkahan dan kekuatan bagi kepemimpinan Gubernur Pramono Anung serta kelancaran Gerakan Literasi Al-Qur’an demi kemajuan dan keselamatan bangsa.

Muhammadiyah DKI Jakarta merupakan salah satu Pimpinan Wilayah terbesar dan paling aktif di Indonesia dengan jaringan dakwah, pendidikan, dan kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah administrasi ibu kota, serta berkomitmen pada ajaran Islam Berkemajuan yang moderat, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Jurnalis

Jaya Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *