Fokusinews.com, Senin 10 Agustus 2026
Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan sistem pengawasan berbasis kamera pengawas atau CCTV terpusat untuk memantau operasional seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BGN, Sudaryono, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Sudaryono menjelaskan bahwa setiap dapur SPPG nantinya diwajibkan memiliki CCTV yang diupayakan terhubung langsung dengan sistem teknologi informasi di kantor pusat BGN. Melalui sistem ini, proses pengolahan hingga distribusi makanan dapat dipantau secara cepat dan berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.
“Dengan sistem pemantauan dan pencatatan yang terintegrasi, kami berharap setiap proses penyediaan makanan dapat lebih mudah ditelusuri apabila terjadi masalah di lapangan,” ujar Sudaryono.
Selain kewajiban pemasangan CCTV, BGN juga mewajibkan adanya pencatatan atau log pada setiap tahapan pengolahan makanan. Pencatatan tersebut dimulai sejak bahan makanan tiba di dapur, proses pengolahan, hingga makanan diterima oleh sekolah sebagai penerima manfaat.
Langkah ini dinilai krusial untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan transparansi operasional dapur MBG. Dengan sistem yang terintegrasi, BGN memastikan bahwa setiap tahapan produksi makanan bergizi dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami ingin memastikan bahwa program ini berjalan sesuai standar dan tepat sasaran. Pengawasan yang ketat adalah kunci untuk menjaga kualitas gizi yang diterima anak-anak kita,” pungkas Sudaryono.
Rencana sistem CCTV terpusat ini merupakan bagian dari komitmen BGN untuk menjaga mutu dan keamanan pangan dalam program strategis nasional tersebut. Pemerintah berharap dengan pengawasan yang lebih baik, program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan gizi anak-anak Indonesia.
Editor : FN – AR





