Teknologi Arsip - FokusiNews https://fokusinews.com/category/teknologi/ FokusiNews menyajikan berita terkini, terpercaya, dan faktual seputar nasional, daerah, ekonomi, politik, teknologi, dan gaya hidup untuk pembaca Indonesia. Tue, 04 Aug 2026 00:57:55 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.4 https://fokusinews.com/wp-content/uploads/2026/04/cropped-Favicon-Fokusinews-32x32.png Teknologi Arsip - FokusiNews https://fokusinews.com/category/teknologi/ 32 32 Dr. Nurasikin Resmi Pimpin MAFINDO Kalimantan Utara: Perkuat Literasi Digital dan Benteng Anti-Hoaks di Bumi Benuanta https://fokusinews.com/dr-nurasikin-resmi-pimpin-mafindo-kalimantan-utara-perkuat-literasi-digital-dan-benteng-anti-hoaks-di-bumi-benuanta/ Tue, 04 Aug 2026 00:52:55 +0000 https://fokusinews.com/?p=15037 Editor: (SS) Tarakan, Fokusinews.com — Dewan Pengurus Wilayah Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Kalimantan Utara […]

Artikel Dr. Nurasikin Resmi Pimpin MAFINDO Kalimantan Utara: Perkuat Literasi Digital dan Benteng Anti-Hoaks di Bumi Benuanta pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Editor: (SS)

Tarakan, Fokusinews.com — Dewan Pengurus Wilayah Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Kalimantan Utara resmi memiliki nakhoda baru. Dr. Nurasikin, S.HI., M.H., CPM secara sah terpilih sebagai Ketua DPW MAFINDO Kaltara dalam agenda Musyawarah Wilayah yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di kampus S2 Hukum Universitas Borneo Tarakan Tarakan (3/8/2026).

Terpilihnya figur akademisi yang aktif dan berintegritas ini menandai babak baru pergerakan organisasi dalam memerangi arus informasi palsu, disinformasi, serta memperkuat literasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang etis di wilayah Kalimantan Utara.

Sebagai koordinator wilayah MAFINDO yang berdiri sejak Oktober 2023 di Tarakan, kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Dr. Nurasikin mengusung misi strategis untuk menjadikan Kaltara sebagai salah satu simpul pertahanan informasi yang sehat dan kredibel.

​Dalam sambutannya usai pemilihan, kepengurusan berkomitmen untuk merealisasikan sejumlah agenda prioritas, di antaranya:

  •  Penguatan Literasi Digital – Mengedukasi masyarakat secara masif agar memiliki ketahanan dan daya saring yang tinggi terhadap paparan informasi di ruang digital.
  • Pemberantasan Hoaks – Menjadi garda terdepan dalam verifikasi fakta serta melawan penyebaran berita bohong atau menyesatkan yang kerap meresahkan publik.
  • Edukasi Kecerdasan Buatan (AI) yang Etis – Memberikan pemahaman kepada publik mengenai pemanfaatan teknologi AI secara bijak, bertanggung jawab, dan beretika.
  • Membangun Kolaborasi Lintas Sektor – Merangkul berbagai elemen masyarakat, akademisi, dan pemuda untuk menciptakan ekosistem digital yang bersih dan berintegritas di Bumi Benuanta.
  • Peran Aktif untuk Kaltara yang Maju – Mewujudkan Kalimantan Utara yang maju, cerdas, dan bebas dari hoaks.

Suasana keakraban tampak jelas mewarnai jalannya Musyawarah Wilayah MAFINDO Kaltara kali ini. Setelah merampungkan rangkaian musyawarah dan menetapkan struktur kepengurusan baru.

​Kehadiran MAFINDO Kaltara diharapkan tidak hanya menjadi pengawas arus informasi, tetapi juga mitra strategis masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan ruang digital yang sehat, aman, dan mendidik bagi generasi muda di Kalimantan Utara. (SS)

Laporan : Sahbudiman

Artikel Dr. Nurasikin Resmi Pimpin MAFINDO Kalimantan Utara: Perkuat Literasi Digital dan Benteng Anti-Hoaks di Bumi Benuanta pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Menimbang Efektivitas WFA, WFH, dan WFO di Kalimantan Timur: Antara Harapan dan Tantangan di Lapangan https://fokusinews.com/menimbang-efektivitas-wfa-wfh-dan-wfo-di-kalimantan-timur-antara-harapan-dan-tantangan-di-lapangan/ Wed, 29 Jul 2026 01:20:12 +0000 https://fokusinews.com/?p=14589 Oleh: Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M Ketua Umum BPIC Kaltim Tarakan, Fokusinews.com -Beberapa hari […]

Artikel Menimbang Efektivitas WFA, WFH, dan WFO di Kalimantan Timur: Antara Harapan dan Tantangan di Lapangan pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Oleh: Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M

Ketua Umum BPIC Kaltim

Tarakan, Fokusinews.com -Beberapa hari terakhir, kebijakan kerja fleksibel melalui skemas kema Work From Home (WFH), Work From Anywhere (WFA), dan Work From Office (WFO) menjadi perbincangan hangat di lingkungan birokrasi Kalimantan Timur. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah maju dalam reformasi tata kelola pemerintahan. Dasar hukumnya pun sudah jelas, tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Kaltim Nomor 100.3.4/739/B.ORG-II/2026, yang merupakan tindak lanjut dari berbagai regulasi nasional mulai dari UU ASN hingga Perpres dan PermenPANRB terbaru.(29/07/2029).

Namun, setelah berjalan beberapa waktu, dirasakan ada semacam kegamangan di lapangan. Di satu sisi, semangat modernisasi birokrasi patut diapresiasi. Di sisi lain, masyarakat mulai bertanya-tanya: apakah pelayanan publik jadi lebih baik, atau malah sebaliknya? Pertanyaan ini penting, karena tujuan akhir dari kebijakan tetaplah kepentingan publik, bukan sekadar gaya kerja baru.

Secara konsep, WFA memang memberikan ruang gerak yang luas bagi ASN. Mereka bisa bekerja dari mana saja, asalkan target pekerjaan tercapai. Ini bagus untuk fleksibilitas dan efisiensi. Tapi, ada beberapa hal mendasar yang perlu dicermati lebih dalam.

Salah satu kekhawatiran terbesar berkaitan dengan soal pelayanan publik. Tidak semua urusan bisa diselesaikan lewat layar gawai. Sebagai contoh, urusan administrasi kependudukan, perizinan, konsultasi teknis, apalagi pengawasan lapangan—semua ini masih sangat membutuhkan kehadiran fisik pegawai. Ketika banyak ASN bekerja dari rumah, masyarakat sering kali mengeluh karena informasi sulit didapat, aduan lambat ditanggapi, dan koordinasi antarinstansi jadi bertele-tele.

Dalam dokumen kebijakan, persoalan ini sebenarnya sudah diantisipasi. Koordinasi dan pengawasan disebut sebagai tantangan utama. Namun kenyataannya, di daerah dengan geografi seperti Kaltim, tantangan ini jauh lebih kompleks. Jaringan internet di pedalaman belum merata. ASN di Kabupaten Mahakam Ulu, misalnya, jelas berbeda pengalamannya dengan rekan-rekan di Samarinda atau Balikpapan. Jadi, efektivitas WFA tidak bisa dipukul rata untuk semua wilayah.

Dari sisi anggaran, WFA memang bisa menekan biaya operasional seperti listrik, air, dan keperluan kantor. Namun, ada sisi lain yang perlu diwaspadai. Penghematan itu tidak serta-merta menjadi laba bersih. Pemerintah justru harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk infrastruktur digital seperti keamanan siber, cloud computing, aplikasi kolaborasi, dan pelatihan TI bagi ASN.

Jadi, jika ditanya apakah ini benar-benar menghemat, jawabannya tidak sederhana. Hal ini lebih tepat dilihat sebagai pergeseran belanja—dari biaya operasional fisik ke investasi digital. Ukuran keberhasilannya harus dilihat dari produktivitas, bukan sekadar penghematan uang.

Dari berbagai studi yang ada, pekerjaan yang sifatnya individual dan analitis—seperti menulis laporan, menyusun konsep kebijakan, atau penelitian—justru lebih produktif jika dilakukan secara fleksibel. Sementara itu, pekerjaan yang butuh koordinasi intensif atau pelayanan tatap muka lebih baik dilakukan di kantor.

Hal ini selaras dengan rekomendasi yang ada. Misalnya, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Rencana Aksi, Kerangka Kerja Acuan (KAK) atau mengikuti webinar memang cocok lewat WFA. Tapi untuk rapat koordinasi internal, dinilai tetap lebih efektif jika dilakukan secara langsung. Di sinilah pentingnya memetakan jenis pekerjaan secara detail, supaya WFA tidak diterapkan secara asal pada semua bidang.

Efek samping WFA terhadap ekonomi lokal juga menjadi hal yang perlu dikhawatirkan. Ketika ribuan ASN tidak datang ke kantor, warung makan, kantin, pedagang kaki lima, hingga tukang ojek dan tukang parkir di sekitar perkantoran ikut kehilangan pelanggan. Ini adalah dampak nyata yang tidak boleh diabaikan.

Di sisi lain, konsumsi justru bergeser ke permukiman. Pengeluaran ASN untuk pembelian pulsa internet naik, pesanan kurir meningkat, dan permintaan perangkat digital bertambah. Jadi, aktivitas ekonomi tidak hilang, tetapi pusatnya berpindah. Pelaku usaha perlu segera beradaptasi agar tidak terjadi ketimpangan yang berkepanjangan.

Dari sisi lingkungan, WFA mempunyai dampak positif antara lain berupa pengurangan perjalanan harian yang berarti penghematan BBM dan penurunan emisi. Kemacetan di perkotaan juga mulai berkurang, meskipun di Samarinda efeknya belum sebesar di Jakarta. Namun, kontribusi ini tetap patut diapresiasi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Persoalan budaya organisasi turut menjadi titik perhatian. Selama puluhan tahun, birokrasi terbiasa dengan paradigma kehadiran fisik sebagai indikator disiplin. WFA mengubah hal tersebut menjadi budaya kerja berbasis hasil. Perubahan ini tidak instan. Dibutuhkan kepemimpinan yang kuat, sistem pengawasan yang transparan, dan integritas ASN yang tinggi. Tanpa itu semua, WFA bisa menjadi celah menurunnya disiplin kerja.

Jika dibandingkan dengan pengalaman negara lain, Inggris, Australia, Singapura, dan Kanada tidak menerapkan WFA penuh. Mereka memilih pola hibrida (hybrid working), mengombinasikan kehadiran fisik dan kerja jarak jauh sesuai kebutuhan. Ini adalah pendekatan yang lebih realistis dan terbukti menjaga kualitas pelayanan.

Pemprov Kaltim sendiri terpantau sudah bergerak ke arah sana dengan komposisi satu hari WFA dan empat hari WFO. Ini merupakan pilihan yang bijak, asalkan alokasinya disesuaikan dengan urgensi pelayanan di masing-masing instansi.

Agar WFA benar-benar berhasil, setidaknya ada lima prasyarat yang harus dipenuhi: pertama, digitalisasi layanan publik yang menyeluruh; kedua, indikator kinerja berbasis output yang objektif dan terukur; ketiga, infrastruktur TI yang merata hingga ke daerah terpencil; keempat, pengawasan digital yang efektif dan akuntabel; dan kelima, pemetaan jenis pekerjaan yang jelas mengenai mana yang layak WFA dan mana yang tidak. Tanpa prasyarat ini, WFA hanya akan menjadi wacana yang indah, tetapi tidak berdampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai kesimpulan, inti persoalan bukanlah soal memilih WFA, WFH, atau WFO, melainkan bagaimana menemukan komposisi yang paling tepat antara fleksibilitas, produktivitas, dan pelayanan publik. Reformasi birokrasi tidak diukur dari berapa banyak ASN yang bekerja dari rumah, tapi dari seberapa jauh masyarakat merasakan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan. Maka, kebijakan kerja fleksibel harus tetap menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas utama. Efisiensi anggaran, transformasi digital, dan kesejahteraan ASN adalah bonus yang mengikuti, bukan tujuan yang menggantikan esensi pelayanan kepada masyarakat.

Semoga kita semua semangat tersebut senantiasa terpelihara. (SS)

Laporan : Sahbudiman

Artikel Menimbang Efektivitas WFA, WFH, dan WFO di Kalimantan Timur: Antara Harapan dan Tantangan di Lapangan pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Wawali Harris Bobihoe : Bumi Patriot Bertransformasi Menjadi Kota Metropolis Modern Dan Terkoneksi https://fokusinews.com/wawali-harris-bobihoe-bumi-patriot-bertransformasi-menjadi-kota-metropolis-modern-dan-terkoneksi/ Sat, 25 Jul 2026 04:12:29 +0000 https://fokusinews.com/?p=14285 Fokusinews.com ◊ Sabtu, 25 Juli 2026. KOTABEKASI – Bumi patriot bertransformasi menjadi kota metropolis, Kota […]

Artikel Wawali Harris Bobihoe : Bumi Patriot Bertransformasi Menjadi Kota Metropolis Modern Dan Terkoneksi pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Fokusinews.com ◊ Sabtu, 25 Juli 2026.

KOTABEKASI – Bumi patriot bertransformasi menjadi kota metropolis, Kota Bekasi memasuki fase percepatan yang sangat signifikan, dinamika pembangunan yang begitu cepat berubah yang tadinya kawasan penyangga menjadi kota metropolis modern.

Transformasi ini tidak hanya terlihat dari peningkatan kualitas infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya pusat-pusat aktivitas baru yang memperkuat posisi Bekasi sebagai kota masa depan. Di antara berbagai kota sekitar Jakarta yang mengusung diri sebagai kota satelit, Bekasi muncul sebagai yang paling progresif dan kuat. Kehadiran fasilitas komersial berskala besar, pusat gaya hidup, institusi pendidikan unggulan, hingga layanan kesehatan modern menjadi indikator kuat bahwa Bekasi memiliki daya tarik yang terus meningkat sebagai destinasi hunian dan investasi.

Tentu dengan semakin berkembangnya Kota Bekasi terus menghadirkan berbagai fasilitas menunjang bagi masyarakatnya. Siang ini, Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe hadir mendampingi Menko Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono beserta Wamenhub Suntana melakukan prosesi Ground Breaking pembangunan Stasiun Kereta Api Extension Bekasi, yang diinisiasi oleh Summarecon bersama PT KAI. Proyek ini bukan sekadar menambah stasiun, tapi menjadi langkah awal menuju konsep Transit Oriented Development (TOD) di Kota Bekasi yang terhubung langsung dengan jalur KRL. Artinya, mobilitas makin efisien, akses makin mudah, dan gaya hidup urban makin terasa.

Wawali Harris Bobihoe mengapresiasi hadirnya TOD, yang menjadi salah satu faktor utama yang mendorong transformasi Bekasi terkonektivitas. Modernisasi transportasi publik, seperti penguatan layanan KRL Commuter Line dan LRT, jaringan jalan tol, serta integrasi antarmoda, mengubah pola mobilitas masyarakat.

“Akses yang semakin mudah membuat Bekasi tidak lagi dipersepsikan sebagai sekadar lokasi “tinggal, lalu bekerja di Jakarta”. Kota ini juga berkontribusi sebagai kota tujuan untuk menetap dan beraktivitas. Bumi Patriot saat ini telah bertranformasi menjadi kota metropolis modern dan terkoneksi,”ujar Wawali Harris Bobihoe

Konsep Transit Oriented Development (TOD) menjadi salah satu pendekatan yang dinilai relevan dalam menjawab tantangan urbanisasi tersebut.
TOD sendiri mengintegrasikan hunian, khususnya hunian vertikal, area komersial, ruang publik, dan transportasi massal dalam satu kawasan yang mudah dijangkau. Pendekatan ini mendorong efisiensi mobilitas, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, sekaligus mendukung pengurangan emisi dan kemacetan.

(Red)

Artikel Wawali Harris Bobihoe : Bumi Patriot Bertransformasi Menjadi Kota Metropolis Modern Dan Terkoneksi pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Sampaikan Nasihat Imam Syafi’i dari Kandang Kambing, Fenomena Bang Faiq Dinilai Jadi Penawar Kejenuhan Konten Rekayasa https://fokusinews.com/sampaikan-nasihat-imam-syafii-dari-kandang-kambing-fenomena-bang-faiq-dinilai-jadi-penawar-kejenuhan-konten-rekayasa/ Fri, 24 Jul 2026 02:38:33 +0000 https://fokusinews.com/?p=14192 ​ Tarakan, Fokusinews.com– Fenomena melejitnya popularitas Faiq Al Katiri atau Bang Faiq (@bangfaiq_batu), pedagang kambing […]

Artikel Sampaikan Nasihat Imam Syafi’i dari Kandang Kambing, Fenomena Bang Faiq Dinilai Jadi Penawar Kejenuhan Konten Rekayasa pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Tarakan, Fokusinews.com– Fenomena melejitnya popularitas Faiq Al Katiri atau Bang Faiq (@bangfaiq_batu), pedagang kambing asal Kota Batu, Jawa Timur, terus menyedot perhatian publik. Sejak akun Instagram miliknya dibuat pada Jumat (17/07/2026), hanya dalam waktu sepekan, angka pengikutnya melonjak drastis hingga menembus lebih dari 178 ribu pengikut pada Jumat (24/07/2026).

​Bukan sekadar membagikan aktivitas harian memotong atau merawat kambing, daya tarik utama Bang Faiq terletak pada konsistensinya menyelipkan pesan-pesan moral Islami yang menyentuh hati. Salah satu kutipan indah yang sering disampaikannya adalah nasihat mashur dari Imam Asy-Syafi’i rahimahullah :

“Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal kebaikan, maka engkau akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia.”

Menanggapi fenomena tersebut, akademisi bidang media dan komunikasi digital, Dr. (Cand) H. Muhammad, S.Kom., M.Kom. (Pak Muh), menilai bahwa meledaknya akun Bang Faiq merupakan bukti kejenuhan masyarakat terhadap industri konten digital saat ini.

​”Fenomena Bang Faiq menjadi pengingat bahwa di era algoritma media sosial, autentisitas masih memiliki nilai yang sangat tinggi. Selama beberapa tahun terakhir, publik dibanjiri konten yang bersifat rekayasa, sensasional, dan sekadar mengejar viralitas semata. Kondisi ini memicu digital content fatigue atau kejenuhan publik terhadap konten yang terasa dibuat-buat,” papar Pak Muh, Jumat (24/07/2026).

​Menurut Pak Muh, kehadiran sosok Bang Faiq yang tampil apa adanya tanpa pencitraan berlebihan justru berhasil membangun trust (kepercayaan) yang kuat di mata publik. Dalam ekosistem digital saat ini, kepercayaan merupakan ‘mata uang’ yang jauh lebih berharga dibandingkan sekadar jumlah pengikut.

Lebih lanjut, Pak Muh menjelaskan bahwa dari perspektif komunikasi digital, viralitas berkelanjutan (organic engagement) ditentukan oleh human values (nilai-nilai kemanusiaan). Konten yang lahir dari pengalaman nyata, kesederhanaan, kerja keras, dan niat berbagi manfaat akan selalu menang melawan konten drama.

 ​”Bagi para kreator digital, fenomena ini memberi pelajaran bahwa algoritma memang membantu menyebarkan konten, tetapi yang membuat audiens bertahan adalah karakter, integritas, dan konsistensi. Kreativitas tidak harus mahal atau penuh drama, yang dibutuhkan adalah keberanian menjadi diri sendiri,” tegasnya.

Sebagai penutup, Pak Muh menambahkan sudut pandang nilai spiritual dari fenomena ini. Ketika seorang muslim meniatkan usahanya untuk menyebarkan kebaikan dan menjemput rezeki halal, Allah SWT akan membuka jalan dari arah yang tak disangka-sangka.

​”Di tengah persaingan memenangkan attention algorithm, publik ternyata tidak mencari kesempurnaan, melainkan keaslian. Algoritma menyukai angka dan klik, tetapi manusia mempercayai kejujuran dan manfaat nyata. Konten terbaik bukanlah yang paling banyak ditonton, melainkan yang paling mampu membangun kepercayaan,” pungkasnya. (SS)

Laporan:  Sahbudiman

Artikel Sampaikan Nasihat Imam Syafi’i dari Kandang Kambing, Fenomena Bang Faiq Dinilai Jadi Penawar Kejenuhan Konten Rekayasa pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
GALI POTENSI, BAPPERIDA Magetan adakan Kompetisi INOTEK 2026 https://fokusinews.com/gali-potensi-bapperida-magetan-adakan-kompetisi-inotek-2026/ Fri, 17 Jul 2026 02:10:25 +0000 https://fokusinews.com/?p=13712 MAGETAN, Jum ‘at 17 Juli 2026 – #Fokhsinews.com -Perkembangan jaman Terus berjalan. Setiap detik selalu […]

Artikel GALI POTENSI, BAPPERIDA Magetan adakan Kompetisi INOTEK 2026 pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
MAGETAN, Jum ‘at 17 Juli 2026 – #Fokhsinews.com -Perkembangan jaman Terus berjalan. Setiap detik selalu ada perubahan. Bila dulu tdk terbayangkan bisa bicara dengan orang lain, beda negara, karena jauh, sekarang dengan mudah bisa komunikasi langsung Walau di dalam kamar. Bila dulu tdk terbayangkan Bisa Terbang ke Beda negara, sekarang Dengan mudah, hari ini kita di Indonesia, besok sudah di Amerika. Itulah sedikit gambaran, betapa kemajuan jaman, telah berubah dengan cepat & terus berubah.

Semua sektor mengalami perubahan – Perubahan. Pertanian, ekonomi, Pendidikan, Kebudayaan dan Bidang-bidang lainya. Semua mengalami perbaikan Perbaikan, Inovasi, Perubahan yang lebih canggih dan terus berkembang.Dulu masa panen padi nunggu sampai lama, sekarang B dengan inovasi, Umur panen bisa di perpendek. Bukan hanya pertanian, namun semua sektor mengalami Perubahan – Perubahan. Sekarang dengan Teknologi AI kita dengan mudah membuat karya, membantu pekerjaan dengan mudah. Itu salah satu perubahan & Inovasi teknologi IT. Dan bidahg2 Lainnya, semua mengalami Perkembangan yang terus berjalan.

Untuk itu di kehidupan kita, perlu ada inovasi, ada Pergerakan, ada perubahan yang lebih baik. Membuat terobosan, Terobosan, meningkatkan kreativitas. Mencari solusi terkini, untuk Mengimbangi Perkembangan jaman yang tdk bisa di bendung. Kita tdk boleh ketinggalan Kereta, Agar bisa menghadapi kemajuan dan perkembangan jaman.

Dalam rangka menggali potensi Masyarakat magetan, BAPPERIDA Kabupaten Magetan Mengadakan Kompetisi INOTEK ( Inovasi & Teknologi ) Award 2026.Mencari Penemuan Penemuan baru & Talenta talenta yang mampu membuat terobosan & solusi saat ini. Dengan Hadiah Total puluhan juta, di harapkan menemukan Kreativitas yang bisa di banggakan.

 

Kompetisi ini terbuka untuk 2 kategori Utama.

 

Pelaja : Siswa SMP, SMA & SMK sederajat di wilayah kabupaten magetan yang memilik ide kreatif untuk memecahkan masalah di lingkungan sekitar.

 

UMUM : Mahasiswa Masyarakat Umum ber – KTP Magetan, Pemerintah Desa, Karang Taruna dan UMKM-

Pendaftaran & Pengumpulan Proposal di lakukan secara online melalui Website resmi Rumah inovasi Magetan. Serta Akun Resmi Instagram Bapperida Kabupaten Magetan.

Pendaftaran di mulai dari tanggal 15 Juli – 28 Agustus 2026. kompetisi Inovasi & Teknologi Award 2025 . Melalui kompetisi ini Terus berinovasi, Berkarya & Menginspirasi.

#Supriono #Riosanjaya #Fokusinews.com #PenajiwaTV

Artikel GALI POTENSI, BAPPERIDA Magetan adakan Kompetisi INOTEK 2026 pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Transformasi Mizuda jadi inspirasi Walikota Bekasi mengembangkan Bantargebang Sebagai kawasan Ekonomi Sirkular https://fokusinews.com/transformasi-mizuda-jadi-inspirasi-walikota-bekasi-mengembangkan-bantargebang-sebagai-kawasan-ekonomi-sirkular/ Wed, 01 Jul 2026 00:28:53 +0000 https://fokusinews.com/?p=12540 Fokusinews.com ◊ Rabu, 01 Juli 2026. Huzhou, Zhejiang – Rangkaian kunjungan Rombongan Walikota dan DPRD […]

Artikel Transformasi Mizuda jadi inspirasi Walikota Bekasi mengembangkan Bantargebang Sebagai kawasan Ekonomi Sirkular pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Fokusinews.com ◊ Rabu, 01 Juli 2026.

Huzhou, Zhejiang – Rangkaian kunjungan Rombongan Walikota dan DPRD Kota Bekasi di Provinsi Zhejiang, China, berlanjut ke Mizuda Group, perusahaan yang dikenal sebagai produsen tekstil terbesar sekaligus contoh keberhasilan transformasi industri berbasis inovasi dan ekonomi sirkular di China.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari bagaimana sebuah perusahaan mampu berkembang dari industri tekstil menjadi kelompok usaha yang memiliki lini bisnis di sektor lingkungan.

Dari Mizuda kemudian lahir Wangneng Environment, perusahaan yang kini menjadi salah satu perusahaan pengolah sampah menjadi energi (waste to energy) terbesar di Tiongkok yang juga akan membangun PSEL di Bantargebang dalam waktu dekat ini.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pengalaman Mizuda memberikan pelajaran bahwa inovasi mampu melahirkan sektor usaha baru yang tetap memiliki keterkaitan dengan bisnis utamanya.

“Yang kami pelajari bukan hanya proses produksinya. Yang menarik adalah bagaimana Mizuda mampu terus berinovasi hingga melahirkan Wangneng sebagai perusahaan di bidang lingkungan hidup. Ini membuktikan bahwa inovasi dapat menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus menjawab persoalan lingkungan.” Tutur Tri.

Menurut Tri, pengalaman tersebut menjadi referensi penting bagi Pemerintah Kota Bekasi dalam menyiapkan transformasi kawasan Bantargebang kedepannya. Kehadiran PSEL nantinya diharapkan menjadi titik awal tumbuhnya berbagai industri berbasis ekonomi sirkular yang saling terhubung dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Selain berdiskusi mengenai transformasi industri, Pemerintah Kota Bekasi juga menjajaki peluang kerja sama antara Mizuda Group dan Dekranasda Kota Bekasi untuk memperkuat industri kreatif khususnya fesyen. Penjajakan tersebut meliputi pengembangan kapasitas desainer muda, peningkatan kualitas produk UMKM, pertukaran pengetahuan, hingga pembukaan akses pasar internasional.

“Kota Bekasi memiliki banyak talenta kreatif yang perlu didukung agar mampu bersaing di pasar global. Kami ingin kolaborasi ini menjadi ruang belajar bagi desainer dan pelaku UMKM, sekaligus membuka peluang lahirnya produk-produk fesyen asal Bekasi yang memiliki daya saing internasional.” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Tri juga mengundang Mizuda untuk membuka peluang bagi Mizuda berinvestasi di Kota Bekasi.

“Bahkan kami berharap ke depan mereka dapat mempertimbangkan Bantargebang sebagai lokasi pengembangan industri. Visi kami adalah mengubah kawasan ini menjadi pusat inovasi lingkungan dan kawasan ekonomi hijau,” tuturnya

“Jadi, yang hadir di sana bukan hanya fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga industri yang menciptakan lapangan kerja, menghadirkan transfer teknologi, dan menggerakkan perekonomian masyarakat.” tambahnya.

Menurut Tri, transformasi Bantargebang harus dilakukan secara menyeluruh. PSEL menjadi fondasi, kemudian diperkuat dengan industri turunan seperti pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA), investasi baru, pusat inovasi, hingga tumbuhnya sektor kreatif dan manufaktur yang mendukung ekonomi sirkular.

“Saya ingin lima sampai sepuluh tahun ke depan, ketika orang mendengar nama Bantargebang, yang terbayang bukan lagi gunungan sampah. Yang terbayang adalah kawasan yang berhasil bertransformasi menjadi pusat inovasi lingkungan, pusat pertumbuhan ekonomi hijau, dan tempat lahirnya peluang-peluang baru bagi masyarakat Kota Bekasi.” Tutupnya

 

(Red)

Artikel Transformasi Mizuda jadi inspirasi Walikota Bekasi mengembangkan Bantargebang Sebagai kawasan Ekonomi Sirkular pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Wali Kota Bekasi Minta Wangneng Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Pada Proyek PSEL https://fokusinews.com/wali-kota-bekasi-minta-wangneng-prioritaskan-tenaga-kerja-lokal-pada-proyek-psel/ Mon, 29 Jun 2026 02:55:36 +0000 https://fokusinews.com/?p=12334 Fokusinews.com ◊ Senin, 29 Juni 2026. Huzhou, Zhejiang – Kunjungan Pemerintah Kota Bekasi ke fasilitas […]

Artikel Wali Kota Bekasi Minta Wangneng Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Pada Proyek PSEL pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Fokusinews.com ◊ Senin, 29 Juni 2026.

Huzhou, Zhejiang – Kunjungan Pemerintah Kota Bekasi ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) milik Wangneng Environment Co., Ltd. di Huzhou, China, tidak berhenti pada peninjauan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.

Usai site visit, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama jajaran DPRD Kota Bekasi, dan tokoh masyarakat Bantargebang menggelar diskusi teknis bersama manajemen Wangneng mengenai persiapan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi (minggu 28 Juni 2026).

Salah satu isu utama yang disampaikan Wali Kota Bekasi adalah keberpihakan terhadap masyarakat lokal. Menurut Tri, proyek strategis nasional tersebut harus memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh warga Kota Bekasi, terutama masyarakat di sekitar Bantargebang.

“Saya ingin sejak proses pembangunan dimulai hingga nanti PSEL beroperasi, masyarakat Kota Bekasi, khususnya warga Bantargebang, menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja.”

Tri menegaskan bahwa pembangunan PSEL bukan hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Bekasi.

“Kehadiran PSEL harus membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat, sekaligus menjadi sarana alih pengetahuan agar ke depan SDM kita mampu mengoperasikan fasilitas berteknologi tinggi ini secara mandiri.”

Menanggapi hal tersebut, Chairman Wangneng Environment Co., Ltd., Mr. Shan Chao, menyampaikan bahwa pada tahap awal perusahaan memang akan menempatkan sejumlah tenaga ahli dari China untuk mendampingi proses konstruksi dan operasional awal.

Namun demikian, kehadiran tenaga ahli tersebut bersifat sementara dan difokuskan untuk melakukan transfer knowledge kepada tenaga kerja lokal.

“Kami akan membawa tenaga ahli dari China pada tahap awal pembangunan dan commissioning. Namun tujuan kami adalah melakukan transfer teknologi dan pengetahuan. Setelah proses tersebut selesai, operasional fasilitas akan dijalankan oleh tenaga kerja lokal yang telah kami latih sesuai standar Wangneng.” Ujar Chao.

Komitmen tersebut disambut positif oleh Tri Adhianto yang mana banyak aspek dapat bermanfaat bagi kota Bekasi saat pembangunan PSEL.

“Ini yang kami harapkan. Teknologinya datang ke Bekasi, ilmunya juga tinggal di Bekasi. Jadi yang kita bangun bukan hanya fasilitasnya, tetapi juga SDM masyarakat Bekasi,” tutupnya.

(Red)

Artikel Wali Kota Bekasi Minta Wangneng Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Pada Proyek PSEL pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Pemkot Bekasi Gandeng DPRD, dan Tokoh Bantargebang Tinjau PLTSa di China, Matangkan Groundbreaking PSEL Kota Bekasi https://fokusinews.com/pemkot-bekasi-gandeng-dprd-dan-tokoh-bantargebang-tinjau-pltsa-di-china-matangkan-groundbreaking-psel-kota-bekasi/ Fri, 26 Jun 2026 07:46:45 +0000 https://fokusinews.com/?p=12133 Fokusinews.com ◊ Jumat, 26 Juni 2026 BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi bersama unsur DPRD Kota […]

Artikel Pemkot Bekasi Gandeng DPRD, dan Tokoh Bantargebang Tinjau PLTSa di China, Matangkan Groundbreaking PSEL Kota Bekasi pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Fokusinews.com ◊ Jumat, 26 Juni 2026

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi bersama unsur DPRD Kota Bekasi dan perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Wangneng Environment di Huzhou, China, pada 26 Juni 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempelajari secara langsung teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) yang akan diterapkan pada proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi.

Rombongan yang dipimpin oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan turut diikuti Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, pimpinan serta anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, serta H.Anton sebagai perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang. Kehadiran unsur pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam satu kunjungan tersebut merupakan bentuk keterbukaan informasi sekaligus upaya membangun pemahaman bersama terhadap proyek strategis yang akan menjadi salah satu solusi jangka panjang pengelolaan sampah di Kota Bekasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan bahwa kunjungan tersebut dilakukan agar para pemangku kepentingan dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi waste to energy beroperasi, mulai dari proses penerimaan sampah, pengolahan, pengendalian emisi hingga pemanfaatannya menjadi energi listrik.

“Kami ingin seluruh proses pembangunan PSEL berjalan secara transparan dan dipahami bersama oleh seluruh pihak.. Dengan melihat secara langsung, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai manfaat, standar operasional, serta aspek lingkungan yang diterapkan,” ujar Kiswatiningsih.

Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari tahapan persiapan menjelang pembangunan fisik PSEL Kota Bekasi yang saat ini terus dipercepat.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa seluruh biaya kegiatan ditanggung oleh Wangneng Environment Co., Ltd. selaku Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) yang telah ditetapkan dalam proyek PSEL Kota Bekasi.

“Pembiayaan kunjungan sepenuhnya ditanggung oleh Wangneng sebagai BUPP, sehingga tidak membebani keuangan daerah,” jelas Kiswatiningsih.

Lebih jauh, Walikota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa pembangunan PSEL bukan sekadar menghadirkan fasilitas pengolahan sampah modern, tetapi menjadi bagian dari transformasi besar kawasan Bantargebang.

Selama puluhan tahun kawasan tersebut dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah terbesar di Indonesia. Ke depan, Pemerintah Kota Bekasi ingin mengubah stigma tersebut menjadi kawasan yang identik dengan inovasi lingkungan dan ekonomi hijau.

“Kami ingin mengubah stigma masyarakat terhadap Bantargebang. Tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi menjadi pusat inovasi lingkungan hidup yang mampu mengubah sampah menjadi energi, membuka peluang ekonomi baru, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” ujar pria yang akrab disapa Mas Tri.

Menurutnya, transformasi tersebut tidak hanya ditopang oleh pembangunan PSEL. Pemerintah Kota Bekasi juga tengah mendorong pengembangan industri turunan berbasis ekonomi sirkular, termasuk pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah menjadi energi.

Selain mendukung pengurangan timbulan sampah, pengembangan industri berbasis FABA diharapkan mampu menghasilkan berbagai produk konstruksi bernilai tambah, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong tumbuhnya kawasan industri hijau yang terintegrasi di Bantargebang.

“Kami membayangkan Bantargebang ke depan berkembang menjadi kawasan ekonomi lingkungan. Ada PSEL yang menghasilkan energi listrik, ada industri pengolahan FABA yang menghasilkan produk bernilai ekonomi, ada aktivitas riset dan inovasi lingkungan, sehingga manfaatnya tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Melalui pembangunan PSEL dan pengembangan industri pendukungnya, Pemerintah Kota Bekasi berharap Bantargebang dapat menjadi contoh transformasi kawasan lingkungan yang berhasil mengubah tantangan menjadi peluang pembangunan berkelanjutan.

“Dulu orang mengenal Bantargebang karena gunungan sampahnya. Ke depan, kami ingin Bantargebang dikenal sebagai simbol keberhasilan pengelolaan lingkungan modern, tempat lahirnya energi bersih, inovasi teknologi, dan pusat pertumbuhan ekonomi hijau di Kota Bekasi,” tutup Tri.

Adapun Pemerintah Kota Bekasi menargetkan tahapan groundbreaking dapat dilaksanakan pada awal Juli 2026 dan direncanakan akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

(Red)

Artikel Pemkot Bekasi Gandeng DPRD, dan Tokoh Bantargebang Tinjau PLTSa di China, Matangkan Groundbreaking PSEL Kota Bekasi pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Alumni Pertukaran Pemuda ASEAN 2005, Sampaikan Sembilan Pernyataan Sikap, Bandar Antariksa BRIN Di Biak https://fokusinews.com/alumni-pertukaran-pemuda-asean-2005-sampaikan-sembilan-pernyataan-sikap-bandar-antariksa-brin-di-biak/ https://fokusinews.com/alumni-pertukaran-pemuda-asean-2005-sampaikan-sembilan-pernyataan-sikap-bandar-antariksa-brin-di-biak/#respond Thu, 25 Jun 2026 00:07:30 +0000 https://fokusinews.com/?p=12049 Biak-Papua. Fokusinews.com. Alumni Pertukaran Pemuda ASEAN Papua Tahun 2005, Mesak Mandowen, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pernyataan […]

Artikel Alumni Pertukaran Pemuda ASEAN 2005, Sampaikan Sembilan Pernyataan Sikap, Bandar Antariksa BRIN Di Biak pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Biak-Papua. Fokusinews.com. Alumni Pertukaran Pemuda ASEAN Papua Tahun 2005, Mesak Mandowen, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pernyataan sikap terbuka kepada Pemerintah Pusat terkait rencana pembangunan proyek Bandar Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di wilayah Warbon/Saukobye, Kabupaten Biak Numfor.

Pernyataan tersebut ditujukan kepada Prabowo Subianto, pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, pimpinan BRIN, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, serta DPRK Biak Numfor.

Dalam keterangannya, Mesak menilai Biak memiliki potensi strategis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa karena letaknya yang berada di wilayah khatulistiwa.

“Potensi Biak secara keilmuan dan sains sangat besar. Biak dapat menjadi ‘Emas Katulistiwa’ apabila dikelola secara benar, konsisten, dan berpihak kepada pembangunan sumber daya manusia masyarakat asli,” ujarnya.

Mesak menegaskan bahwa tanah ulayat masyarakat adat Warbon dan Saukobye bukanlah tanah kosong. Menurutnya, tanah tersebut merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas masyarakat adat.

Ia berpandangan bahwa apabila negara memanfaatkan tanah tersebut untuk kepentingan nasional, maka harus dilakukan dengan prinsip transparansi, penghormatan terhadap hak masyarakat adat, serta memberikan manfaat nyata bagi generasi muda Orang Asli Biak.

Dalam pernyataannya, Mesak menyampaikan sembilan poin utama kepada pemerintah dan BRIN, di antaranya:

  1. Meminta pemerintah membuka secara transparan isi nota kesepahaman (MoU), dokumen AMDAL, serta peta jalan (roadmap) pengembangan SDM bagi masyarakat asli Biak.
  2. Mendorong agar proyek Bandar Antariksa melahirkan ilmuwan, insinyur, dan tenaga profesional asal Biak, bukan hanya tenaga pendukung.
  3. Mengusulkan prioritas kesempatan kerja bagi masyarakat asli Biak, khususnya pemilik hak ulayat, pada posisi strategis dan berkelanjutan.
  4. Meminta pemerintah menyediakan program beasiswa bagi sedikitnya 100 putra-putri Biak untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi unggulan dalam dan luar negeri pada bidang antariksa, teknologi, dan sains.
  5. Mengusulkan pembangunan SMK Antariksa di Biak dengan jurusan teknik peluncuran roket, elektronika satelit, serta meteorologi antariksa yang didukung tenaga pengajar profesional.
  6. Meminta program pengembangan SDM dimulai sebelum proyek memasuki tahap operasional.
  7. Mengusulkan adanya mekanisme evaluasi terhadap proyek apabila tidak berjalan sesuai rencana.
  8. Menolak perubahan fungsi lahan menjadi kawasan militer apabila proyek tidak terealisasi, serta meminta tanah dikembalikan kepada pemilik hak ulayat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
  9. Meminta adanya mekanisme pertanggungjawaban apabila komitmen kepada masyarakat adat tidak dipenuhi.

Menurut Mesak, keberhasilan proyek Bandar Antariksa tidak hanya diukur dari berdirinya fasilitas peluncuran satelit, tetapi juga dari sejauh mana proyek tersebut mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat asli Papua, khususnya generasi muda Biak.

“Kami mendukung pembangunan Bandar Antariksa untuk masa depan Indonesia. Namun kami juga ingin memastikan anak-anak Biak tidak menjadi penonton di tanah leluhurnya sendiri. Yang dibutuhkan adalah komitmen tertulis dan program nyata, bukan sekadar janji lisan,” tegasnya.

 

(Heri)

Artikel Alumni Pertukaran Pemuda ASEAN 2005, Sampaikan Sembilan Pernyataan Sikap, Bandar Antariksa BRIN Di Biak pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
https://fokusinews.com/alumni-pertukaran-pemuda-asean-2005-sampaikan-sembilan-pernyataan-sikap-bandar-antariksa-brin-di-biak/feed/ 0
Borneoflasher Indonesia Tour 2026 Gelar Workshop, Teknisi Lamsel Upgrade Skill di GOR Way Handak https://fokusinews.com/borneoflasher-indonesia-tour-2026-gelar-workshop-teknisi-lamsel-upgrade-skill-di-gor-way-handak/ https://fokusinews.com/borneoflasher-indonesia-tour-2026-gelar-workshop-teknisi-lamsel-upgrade-skill-di-gor-way-handak/#respond Sun, 14 Jun 2026 11:24:08 +0000 https://fokusinews.com/?p=10701 Lampung Selatan -Para teknisi ponsel Lampung selatan bahkan dari luar Daerah Lampung menggelar 1 Day […]

Artikel Borneoflasher Indonesia Tour 2026 Gelar Workshop, Teknisi Lamsel Upgrade Skill di GOR Way Handak pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Lampung Selatan -Para teknisi ponsel Lampung selatan bahkan dari luar Daerah Lampung menggelar 1 Day Workshop Borneo Borneoflasher indonesia tour 2026 dan berkolaborasi dengan OG Super Shinestar di Gelar di GOR Way handak Kalianda Lampung Selatan, Minggu,15/6

Dalam acara tersebut hadir wakil Bupati Lampung Selatan Syaiful Anwar sekaligus membuka acara secara resmi,dan turut hadir mendampingi Wabup, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas PMD Erdiyansyah, S.H., M.H., serta Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Lampung Selatan,kehadiran jajaran pejabat ini menunjukkan keseriusan Pemkab dalam mendukung peningkatan SDM ekonomi kreatif dan berinovasi.

Workshop kali ini diikuti puluhan teknisi ponsel se-Kabupaten Lampung Selatan dan luar Daerah Lampung, Para peserta mendapat materi dan praktik langsung tentang teknik flashing, perbaikan motherboard, serta teknologi terbaru UFS dan eMMC dari pemateri Borneoflasher dan OG Super Shinestar.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Lampung Selatan Syaiful Anwar mengapresiasi terselenggaranya workshop ini,Ia berharap teknisi Lampung selatan dapat memanfaatkan ilmu baru untuk meningkatkan kualitas layanan service ponsel, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan mendukung program Lampung Selatan Maju dan melahirkan SDM yang handal di bidangnya.

Dukungan lintas OPD melalui kehadiran Kadis PMD dan Kadis Nakertrans juga menegaskan bahwa pengembangan skill teknisi masuk dalam program pemberdayaan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja di Lampung selatan sejumlah sponsor seperti BT-ACC, HCB, Sunshine, EKRAF, dan TwinGSM turut menyukseskan acara workshop ini.

Dalam kesempatan yang sama CEO Berneoflasher indonesia tour 2026 Ahmad Sofendi mengatakan acara ini digelar sekaligus mempromosikan produk karya anak bangsa bahkan produk ini mendunia,point pentingnya untuk meningkatkan wawasan teknisi servis ponsel dan kedepannya menciptakan lapangan pekerjaan.

Dan program kedepan kita akan menggandeng pemerintah daerah Lampung selatan untuk mengadakan pelatihan satu desa satu orang untuk dilatih teknisi ponsel untuk meningkatan wawasan dan SDM”tegasnya.

Artikel Borneoflasher Indonesia Tour 2026 Gelar Workshop, Teknisi Lamsel Upgrade Skill di GOR Way Handak pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
https://fokusinews.com/borneoflasher-indonesia-tour-2026-gelar-workshop-teknisi-lamsel-upgrade-skill-di-gor-way-handak/feed/ 0