Fokusinews.com, Selasa 18 Agustus 2026
BULUNGAN – Jembatan penghubung sepanjang 81,55 meter yang menjadi satu-satunya akses darat utama bagi warga Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ) kini berada dalam kondisi rusak parah dan mengancam keselamatan jiwa. Tak hanya ambruk strukturnya, jembatan yang menghubungkan SP 7 menuju SP 2, SP 10, dan Salangketo ini kerap diterjang banjir rob dan didatangi satwa liar buaya pada malam hari.
Jembatan yang dibangun pada tahun 2008 di era program transmigrasi itu hingga kini belum pernah mendapatkan perbaikan maupun penggantian. Padahal, akses ini menjadi urat nadi bagi warga di kawasan SP 7, SP 8, dan SP 9 untuk menuju kantor desa maupun ke arah ibu kota kabupaten, Tanjung Selor.
Kepala Desa Tanjung Buka, Sukardiyanto, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan semakin memprihatinkan. Setiap kali air laut pasang, jembatan terendam total. Bahaya terbesar justru terjadi pada malam hari, saat permukaan air laut cenderung lebih tinggi dibandingkan siang hari.
“Kalau malam dan air pasang, sering ada buaya yang naik ke atas jembatan, sehingga warga sama sekali tidak bisa lewat,” ujar Sukardiyanto kepada awak media, Minggu (16/3).

Ketiadaan lampu penerangan jalan semakin memperparah situasi. Warga yang nekat melintas dihadang oleh jarak pandang terbatas, genangan air, hingga potensi bertemu satwa buas. Beberapa insiden kecelakaan pun telah dilaporkan kerap terjadi di lokasi tersebut.
Jika jembatan ini tidak segera diperbaiki dan kondisinya terus memburuk hingga tak bisa dilalui, akses transportasi darat menuju kantor desa dan pusat aktivitas masyarakat dipastikan lumpuh total. Warga akan terpaksa menggunakan jalur sungai dengan perahu, yang membutuhkan biaya perjalanan tidak murah.

Sukardiyanto mengaku telah berulang kali mengajukan usulan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bulungan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan maupun realisasi perbaikan di lapangan.
“Kami berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Ini menyangkut keselamatan dan kehidupan sehari-hari warga,” tegasnya.
Pemerintah desa dan masyarakat setempat kini berharap penuh agar ada perhatian serius dari pemerintah daerah. Mereka mendesak dibangunnya jembatan baru atau perbaikan menyeluruh guna menjamin kelancaran mobilitas dan keselamatan warga yang selama ini bertahan di tengah kondisi infrastruktur yang kian memprihatinkan.
Editor : FN – AR





