Mahasiswa KKN Angkatan 10 STKIP Taman Siswa Bima Geliatkan UMKM Lokal, Kenalkan Pesona Tenun Songket Khas Bima ke Kancah Luas

Editor: SS

BIMA, Fokusinews.com — Semangat pengabdian dan kepedulian terhadap potensi desa kembali ditunjukkan oleh para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPL Beradab 2026 STKIP Taman Siswa Bima. Berperan aktif dalam bidang Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi (PDD), mahasiswa bernama Nur Rizqan bersama rekan-rekan seposko di Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, menginisiasi gerakan nyata untuk mengangkat dan mempromosikan produk unggulan lokal, yakni Tenun Songket Tradisional Bima.(15/08/2026)

Melalui kegiatan silaturahmi yang dirangkaikan dengan pendataan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di Desa Monta Baru, para mahasiswa tidak hanya melihat dari dekat roda perekonomian warga, tetapi juga menyelami nilai seni dan filosofi luhur yang terkandung dalam setiap produk kerajinan tangan masyarakat setempat.

Kegiatan peninjauan langsung ke sentra-sentra usaha warga ini menjadi sarana bagi mahasiswa KKN untuk memahami denyut kehidupan masyarakat. Menurut Nur Rizqan, silaturahmi merupakan jembatan emas yang menghubungkan hati sekaligus membuka ruang untuk mengenali potensi desa secara mendalam.

“Silaturahmi adalah jembatan yang menghubungkan hati, sementara setiap langkah yang kita tempuh adalah upaya untuk mengenal lebih dekat potensi desa. Melalui kegiatan silaturahmi sekaligus pendataan UMKM lokal di Desa Monta Baru, kami menyaksikan semangat, kerja keras, dan ketekunan masyarakat dalam membangun usahanya,” ungkap Nur Rizqan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap unit UMKM yang ada di desa bukan sekadar tempat mencari nafkah semata. Lebih dari itu, usaha-usaha kecil tersebut merupakan simbol perjuangan, kreativitas, dan harapan besar bagi kemajuan masa depan desa. Diharapkan, pendataan dan publikasi ini dapat menjadi batu loncatan awal untuk memperluas jangkauan pasar, membuka peluang baru, serta mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.

Salah satu fokus utama dalam pendataan UMKM kali ini adalah kerajinan tenun songket tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu. Di tangan para pengrajin lokal yang terampil, sehelai benang disulap menjadi karya seni bernilai tinggi yang sarat makna.

“Setiap helai benang menyimpan nilai, setiap motif menceritakan identitas.” ujarnya

Tenun songket tradisional Bima bukan sekadar kain biasa yang digunakan sebagai busana adat. Ia adalah warisan budaya leluhur yang menyimpan filosofi mendalam dan harus dijaga kelestariannya di tengah arus modernisasi. Keunggulan dari tenun songket Bima ini meliputi:

  • Motif Tradisional: Menampilkan corak khas Bima yang otentik dan kaya akan nilai filosofis.
  • 100% Handmade: Ditenun secara tradisional dengan ketelitian tinggi oleh tangan-tangan terampil pengrajin lokal.
  • Bahan Berkualitas: Menggunakan material pilihan yang nyaman dikenakan, kuat, serta tahan lama.
  • Produk Asli Lokal: Menjadi wujud nyata dukungan terhadap kemandirian ekonomi UMKM dan pelestarian budaya daerah.

Melalui momentum KKN Angkatan 10 STKIP Taman Siswa Bima dengan mengusung spirit “Bersama Membangun | Bersama Melestarikan”, para mahasiswa mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bangga menggunakan produk-produk lokal.

Dengan membeli dan mengenakan tenun songket Bima, masyarakat secara tidak langsung turut serta merawat warisan budaya leluhur sekaligus menggerakkan roda perekonomian para perajin di tingkat desa. Kemajuan sebuah daerah, sebagaimana yang dipelajari para mahasiswa selama di lapangan, lahir dari kebersamaan, kepedulian, dan kolaborasi yang erat antara akademisi, masyarakat, dan para pelaku usaha.

Bagi masyarakat luas, instansi, atau para pecinta fesyen Nusantara yang tertarik untuk melihat keindahan serta memesan produk Tenun Songket Khas Bima langsung dari perajinnya di Desa Monta Baru, dapat menghubungi layanan informasi dan pemesanan melalui:

📍Lokasi: Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, NTB

📲 Kontak/WhatsApp: 0823-4164-2976 (Nur Rizqan / Nuri)

Mari dukung UMKM lokal Indonesia, lestarikan budaya bangsa, dan buktikan bahwa kearifan lokal mampu menjadi pilar kekuatan ekonomi yang berdaya saing tinggi!. (SS)

Kaperwil NTB:  Asfaran

Pos terkait