Masyarakat Di Rugikan FMI Jawa Barat Desak PLN Karawang Perbaiki Sistem Komunikasi Publik

Fokusinews.com Karawang Minggu 21 Juni 2026

Aditya Saputra dari Federasi Mahasiswa Islam (FMI) Jawa Barat mengecam buruknya komunikasi PLN Karawang terkait pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah tanpa adanya pemberitahuan yang jelas kepada masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan sikap PLN Karawang yang terkesan abai terhadap hak masyarakat untuk mendapatkan informasi. Persoalannya bukan hanya pemadaman listrik yang terjadi, tetapi juga tidak adanya komunikasi yang baik sebelum pemadaman dilakukan. Tidak ada pemberitahuan secara langsung, tidak ada broadcast WhatsApp, bahkan media sosial resmi PLN Karawang pun tidak memberikan informasi yang memadai. Masyarakat tiba-tiba mendapati listrik padam tanpa mengetahui penyebab maupun estimasi waktu pemulihannya,” ujar Adit

Menurutnya, kondisi tersebut telah menimbulkan keresahan dan kerugian di tengah masyarakat. Banyak pelaku UMKM, pedagang ritel, hingga usaha rumahan yang operasionalnya terganggu akibat pemadaman yang terjadi tanpa informasi sebelumnya. Tidak sedikit pula masyarakat yang aktivitas pekerjaan, pendidikan, dan pelayanan usahanya terhambat karena ketergantungan terhadap pasokan listrik.

“PLN harus memahami bahwa listrik bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, melainkan penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika listrik padam tanpa pemberitahuan, yang terdampak bukan hanya kenyamanan warga, tetapi juga pendapatan para pelaku usaha. UMKM kehilangan jam operasional, pedagang mengalami penurunan transaksi, dan roda perekonomian masyarakat menjadi terganggu,” katanya.

Adit menilai lemahnya komunikasi publik menunjukkan kurangnya kesiapan PLN Karawang dalam memberikan pelayanan yang profesional kepada pelanggan.

“Kami mempertanyakan keseriusan PLN Karawang dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Di era digital seperti saat ini, seharusnya sangat mudah untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Masyarakat dibiarkan mencari informasi sendiri di tengah kondisi yang merugikan mereka.”

Ia mendesak PLN Karawang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan komunikasi publiknya serta menyampaikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.

“PLN Karawang tidak boleh menganggap persoalan ini sebagai hal yang biasa. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang baik dan informasi yang transparan. Kami mendesak PLN Karawang untuk memperbaiki sistem komunikasinya, menyampaikan jadwal pemadaman secara terbuka, menjelaskan penyebab gangguan secara jujur, dan memastikan kejadian serupa tidak terus berulang. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terus menurun akibat buruknya pelayanan dan minimnya keterbukaan informasi,” tegas Adit

Penulis : JS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan