Lampung Selatan – Status menjadi level siaga III. Naiknya status Anak Krakatau ke level siaga itu tidak memengaruhi aktivitas nelayan di Kabupaten Lampung Selatan, terutama di pelabuhan Dermaga Boom PPI Kalianda yang tetap melaut untuk mencari ikan.
“Nelayan mah biasa saja, tetap beraktivitas, tidak ada kendala,” kata Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DPC Lampung Selatan, sekertaris Sobarin mendampingi Ketua Yudi saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (6/7/2026).
Sobarin mengatakan pihaknya hanya mengimbau para nelayan agar tetap waspada dan berhati-hati.,dan HNSI belum mengeluarkan surat edaran untuk meminta nelayan menghentikan aktivitas mencari ikan terkait peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Yang jelas tetap hati-hati karena ada imbauan, tetapi semua tetap melaut,” imbuhnya.
Sobarin menyebutkan aktivitas mencari ikan akan terus dilakukan nelayan selagi masih ada situasi memungkinkan. Dia mengatakan nelayan berupaya memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
“Kalau misalnya dilarang melaut, yang menjamin kehidupan nelayan siapa?” ucapnya.
Sobarin menyebutkan sejumlah nelayan dan warga memang khawatir ketika mendengar informasi bahwa Gunung Krakatau yang berada di tengah laut itu, naik status menjadi level siaga. Namun, menurut dia, mereka sudah terbiasa dengan hal itu.
“Kekhawatiran tetap ada. Tapi erupsi Anak Krakatau bukan baru kali ini, dari dulu juga sudah beberapa kali terjadi, jadi nelayan sudah terbiasa,” katanya.
Sobarin mengungkapkan para nelayan mengeluhkan perihal pendapatan yang makin sedikit. Menurut dia, selama beberapa bulan terakhir, hasil tangkapan ikan nelayan menurun 5-10 persen.
“Keluhan sementara justru lagi pendapatan berkurang hasil tangkapannya, itu yang sekarang dirasakan nelayan. PPI Kalianda Penurunannya sekitar 5 persen sampai hampir 10 persen,” ujarnya
Kepala BPBD Lampung Selatan,Maturudi Ismail,SH, mengimbau warga masyarakat Nelayan yang di pesisir pantai kalianda agar tetap waspada dan jangan mudah mencerna informasi soal aktivitas GAK. Ia juga mengajak kepada masyarakat untuk memantau informasi resmi dari BPBD, Pusat Vulkanologi dan mitigasi bencana geologi (PVMBG) dan Kementerian ESDM,Pada dasarnya,agar Nelayan dapat melihat Sikon, agar tidak merugikan diri sendiri,Tegasnya.
“Masyarakat di wilayah pantai tetap tenang dan jangan memercayai isu-isu yang menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau akan menyebabkan tsunami. Masyarakat Dan Nelayan dapat beraktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG, Kementerian ESDM, maupun BPBD,” kata Maturudi.





