PESONA ALAM DAN DENYUT KEHIDUPAN PESISIR DERMAGA LAMERE: Menikmati Keindahan Sape Utara di Hari Kemerdekaan

Editor:SS

BIMA, Fokusinews.com — Senin, 17 Agustus 2026. Di tengah khidmatnya momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kawasan pesisir Jalan Lintas Sape-Wera (Sape Utara), Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menawarkan cerita lain yang tak kalah memukau. Berbalut panorama laut biru yang membentang luas, Dermaga Lamere menjadi saksi bisu keharmonisan antara alam dan denyut kehidupan masyarakat lokal yang sarat akan nilai kearifan lokal.

Bagi para pelintas dan wisatawan, kawasan ini menyimpan pesona tersembunyi yang memikat hati, memadukan keindahan lanskap bahari dengan kehangatan tradisi masyarakat pesisir.

Keindahan Pesisir Sape Utara:

  • Panorama Laut yang Menenangkan – Menawarkan keindahan alam laut biru dan suasana pesisir yang alami menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja.
  • Denyut Kehidupan Masyarakat Pesisir  – Masyarakat pesisir yang ramah menjaga tradisi dan menghidupkan ekonomi kerakyatan setiap hari.
  • Harmoni Alam dan Tradisi Lokal – Kemerdekaan adalah tekad bersama untuk mempersiapkan kehidupan yang lebih baik bagi generasi masa depan.

“Lebih dari sekadar destinasi, Dermaga Lamere adalah ruang refleksi. Menikmati deburan ombak, keramahan warga, dan semangat kebersamaan adalah cara kita merayakan kemerdekaan dengan penuh makna.”

Aktivitas masyarakat pesisir di Dermaga Lamere juga mengikuti kondisi air laut dan musim. Pada siang hari ketika air laut surut, sebagian warga memanfaatkan momentum tersebut untuk mencari kerang-kerangan di sepanjang tepian pantai. Di antara bebatuan pesisir, terdapat pula tiram yang tumbuh secara liar dan menjadi bagian dari kekayaan alami kawasan tersebut.

Sementara menjelang sore hingga malam, pada musim tertentu, warga melakukan aktivitas menombak ikan di tepian pantai, terutama di sela-sela bebatuan. Aktivitas tersebut berbeda dengan rutinitas nelayan yang menggunakan perahu bagan untuk mencari ikan di laut. Keduanya menjadi gambaran bagaimana masyarakat Lamere memanfaatkan laut sesuai kondisi, waktu, dan musimnya.

Pemandangan pesisir itu juga dilengkapi berbagai unsur alam seperti bebatuan pantai dan pandan laut yang tumbuh di sekitar kawasan. Bagi masyarakat, kondisi tersebut bukan hanya menjadi bagian dari panorama, tetapi juga berkaitan erat dengan kehidupan dan sumber penghidupan sehari-hari.

Namun, rasa syukur tersebut tidak berarti setiap perbuatan otomatis menjadi baik hanya karena diawali dengan menyebut nama Tuhan. Perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain tetap harus dihindari. Nilai ibadah tidak hanya bergantung pada ucapan, tetapi juga pada niat dan perbuatan yang baik serta tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Baca Juga

Refleksi Kehidupan: Berbakti kepada Orang Tua dan Kebijaksanaan Pemimpin

Dari suasana laut itu pula muncul renungan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni tentang orang tua. Bagi seorang anak, berbakti kepada orang tua tidak selalu harus dilakukan dengan sesuatu yang besar. Membawakan mereka makanan, mengantar ke pasar, menemani ke warung, atau sekadar membuat hati mereka senang dapat menjadi bentuk perhatian yang sederhana.

Orang tua mungkin memiliki cara berbicara dan sikap yang terkadang sulit dipahami anak. Namun, rasa hormat tetap perlu dijaga. Tidak semua persoalan harus dibalas dengan ceramah atau perdebatan. Ada kalanya diam, bersabar, dan tetap memperlakukan orang tua dengan baik menjadi pilihan yang jauh lebih bijaksana.

Kebahagiaan orang tua juga menjadi bagian dari kebahagiaan seorang anak. Ketika mereka tersenyum karena perhatian kecil yang diberikan, ada kepuasan batin yang tidak selalu dapat diukur dengan materi. Sebaliknya, jangan sampai kesibukan mengejar kehidupan justru membuat hati orang tua terluka.

Memasuki momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, renungan tersebut terasa semakin luas. Kemerdekaan bukan hanya tentang upacara, bendera, atau perayaan tahunan, tetapi juga tentang bagaimana generasi hari ini mempersiapkan kehidupan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.

Sejalan dengan pesan yang sering disampaikan dalam ceramah keagamaan, apabila seseorang hanya memiliki satu doa untuk kebaikan negeri, maka mendoakan pemimpin agar diberikan keadilan merupakan salah satu doa yang penting. Sebab, pemimpin yang adil diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Dermaga Lamere akhirnya bukan hanya tentang ikan yang melimpah, nelayan yang bekerja, atau laut yang menjadi tempat bermain. Ia menjadi ruang kecil untuk mengingat bahwa hidup memiliki banyak sisi: mencari rezeki, menikmati keindahan alam, berbakti kepada orang tua, menghargai jasa para pahlawan, menjaga lingkungan, dan terus berharap agar negeri ini dipimpin dengan keadilan.

Dari tepian laut Sape, semoga rezeki tetap mengalir, laut tetap terjaga, orang tua tetap dimuliakan, dan Indonesia terus berjalan menuju masa depan yang lebih adil dan sejahtera. (***)

Kaperwil NTB:  Asfaran

Pos terkait