Update Terbaru Pasca Ledakan Diduga Bom Perang Dunia II Di Biak

Biak-Papua. FokusiNews.Com, Memasuki hari ketujuh pasca-ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor pada 31 Mei 2026 lalu, tim gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

Dalam konferensi pers yang digelar digedung negara Biak pada Sabtu malam, Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., Anggota DPR RI Komisi XIII Yan Permenas Mandenas, serta unsur TNI-Polri, Basarnas, Tim Jibom dan Gegana Polda Papua, menyampaikan perkembangan terbaru penanganan insiden tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kapolres mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia yang telah terdata mencapai enam orang. Sementara itu, masih terdapat tiga korban yang belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

“Untuk korban meninggal dunia tercatat sebanyak enam jenazah, sedangkan yang belum ditemukan sebanyak tiga orang,” ujar AKBP Ari Trestiawan.

Dalam proses identifikasi korban, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus melakukan pengumpulan data forensik. Pada hari ini, tim berhasil mengambil empat sampel DNA postmortem. Dengan demikian, selama dua hari terakhir telah terkumpul sebanyak sepuluh sampel DNA postmortem yang akan segera dikirim ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

Selain itu, tim gabungan yang melakukan penyisiran di lokasi ledakan berhasil menemukan sejumlah barang dan bagian tubuh yang diduga berkaitan dengan korban maupun peristiwa ledakan. Temuan tersebut meliputi dua serpihan bagian tubuh manusia, satu unit telepon genggam merek Evercoss warna hitam, tiga buah dompet dengan warna cokelat, hitam dan pink, satu bilah pisau sepanjang sekitar 10 sentimeter, satu gunting medis, satu pinset medis, serta satu perangkat GPS merek Garmin eTrex.

Sementara itu, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Papua telah menyatakan bahwa area Ring 1 atau lokasi yang diduga menjadi pusat ledakan telah steril dan dinyatakan aman dari potensi bahan peledak lainnya.

Meski demikian, aparat keamanan tetap memberlakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi kejadian dan melarang masyarakat memasuki kawasan Ring 1.

“Walaupun sudah dinyatakan steril oleh Tim Jibom, masyarakat tetap tidak diperbolehkan memasuki area Ring 1 karena proses olah tempat kejadian perkara masih terus dilakukan untuk mencari petunjuk dan barang-barang yang berkaitan dengan peristiwa ledakan,” jelas Kapolres.

Terkait korban luka-luka, Kapolres memastikan seluruh korban telah terdata oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Biak Numfor. Saat ini tidak ada korban yang menjalani perawatan inap di rumah sakit dan seluruhnya masih berada dalam pemantauan tenaga kesehatan dengan status rawat jalan.

Untuk operasi pencarian, Basarnas selaku koordinator tim gabungan memastikan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan akan terus dilanjutkan selama dua hari ke depan. Operasi tersebut melibatkan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Jibom, Gegana, pemerintah daerah serta unsur pendukung lainnya.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan kembali mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi ledakan hingga seluruh proses pencarian, identifikasi korban, dan olah tempat kejadian perkara dinyatakan selesai.

Hingga saat ini, penyelidikan terkait penyebab pasti ledakan masih terus berlangsung. Dugaan sementara mengarah pada bahan peledak atau bom sisa Perang Dunia II yang masih tertanam di lokasi kejadian.

 

(Heri)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *