FokusiNews.com,Kaltara, Minggu 14 Juni 2026
TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, resmi mengusulkan prioritas pembangunan infrastruktur konektivitas kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, dalam audiensi yang digelar di Ruang Pertemuan Lubung Taka, baru-baru ini.
Bupati Ibrahim Ali menegaskan bahwa pembangunan jalan dan jembatan menjadi kebutuhan mendesak bagi daerahnya. Menurutnya, infrastruktur yang memadai merupakan syarat utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah yang berada di perbatasan tersebut.
“Kita ingin infrastruktur konektivitas seperti jalan dan jembatan mendapat perhatian penuh dari pemerintah pusat, sehingga akan mempercepat kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Ibrahim Ali dalam audiensi tersebut, dikutip Minggu (14/6/2026).
Audiensi yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lubung Taka itu merupakan bagian dari rangkaian penyelarasan rencana pembangunan daerah dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Bupati Ibrahim Ali hadir didampingi sejumlah pejabat terkait dari lingkungan Pemkab Tana Tidung.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Bappenas menyambut baik usulan yang disampaikan oleh Pemkab Tana Tidung. Dukungan terhadap pembangunan infrastruktur konektivitas di daerah perbatasan dinilai sejalan dengan prioritas nasional untuk mengurangi kesenjangan antardaerah dan memperkuat pertahanan-keamanan di wilayah berbatas.

Bupati Ibrahim Ali berharap hasil audiensi ini dapat segera ditindaklanjuti dengan alokasi anggaran yang memadai dalam APBN. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Tana Tidung untuk bersama-sama mendukung dan mengawal setiap program pembangunan yang akan berjalan.
“Mohon doa dan dukungannya. Bersama kita bangun Tana Tidung lebih baik,” ajaknya.
Usulan ini menjadi salah satu bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Tana Tidung untuk terus memperjuangkan hak-hak pembangunan daerah, terutama di sektor infrastruktur dasar yang selama ini menjadi tantangan utama di wilayah dengan topografi menantang dan keterbatasan akses darat.
Editor : FN – AR





