Terima Audiensi STAI Barus, Bupati Tapanuli : Pentingnya Merawat Toleransi dan Menjaga Peradaban.

Oplus_131072

 

PANDAN – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH, menerima kunjungan audiensi dari civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Barus di ruang kerjanya pada Senin, 15 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan institusi pendidikan dalam merawat nilai-nilai keberagaman di Bumi Tapteng.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Bupati Masinton Pasaribu pada kesempatan itu menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah perbedaan dan keberagaman suku, adat, budaya serta keyakinan. Sejauh ini di Tapanuli Tengah, dalam keberagaman masyarakatnya hidup rukun dan menjunjung tinggi toleransi.

“Kita harus punya semangat yang sama agar kita menjaga peradaban. Jika kita menilik literasi sejarah pemikiran Bung Karno sebelum negara ini berdiri, kita mendirikan negara yang mempersatukan Nusantara dengan keberagaman adat dan budaya melalui Pancasila,” kata Bupati.

Bupati menambahkan bahwa masyarakat Tapanuli Tengah memiliki modal sosial yang kuat berupa toleransi yang tinggi. Ia berharap kehadiran STAI Barus dapat memperkaya khazanah intelektual di daerah, terutama melalui program studi yang ditawarkan.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran STAI Barus. Kehadiran program studi keagamaan tentu menjadi penambah khazanah keilmuan yang bermanfaat bagi masyarakat kita,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I STAI Barus, Prof. DR. Rusmin Tumanggor, M.A., dalam paparannya menjelaskan bahwa saat ini STAI Barus yang berlokasi di Komplek Matauli Pandan memiliki dua program studi unggulan, yakni Prodi Studi Agama-Agama dan Prodi Sejarah Peradaban Islam.

“Prodi Studi Agama, Agama kami fokuskan agar mahasiswa mampu membaca dan memahami kitab suci, mencari kesamaan nilai antaragama. Dengan begitu, diharapkan tercipta sikap saling menjaga toleransi,” jelas Prof. Rusmin.

Ia juga menyoroti urgensi melestarikan sejarah Barus sebagai pintu gerbang peradaban. “Barus adalah titik sejarah yang sangat penting, di mana kita dapat menemukan jejak kedatangan Islam dan Kristen yang hidup berdampingan sejak lama. Ini adalah warisan peradaban yang harus kita jaga dan lestarikan bersama,” tambahnya.

Audiensi ini berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban. Turut hadir mendampingi Bupati dalam pertemuan ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan, serta sejumlah dosen dari STAI Barus.(JN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *