Bupati Markus Pimpin Audiensi dengan BI Papua, Biak Numfor Percepat Digitalisasi dan Bangkitkan Pariwisata

banner 468x60

fokusinews.com / Biak Numfor– Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menggelar audiensi strategis dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Papua, Warsono, pada Senin (30/3/2026) kemarin di Ruang Cartenz, Kantor BI Papua lantai 2 Jayapura. Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, S.H., M.M., memimpin langsung pertemuan tersebut bersama jajaran pemerintah daerah.

Bupati Markus hadir didampingi Ketua DPRK Biak Numfor Daniel Rumanasen, S.T., Kepala BPKAD Biak Numfor Gunadi, S.Sos., M.Si., serta jajaran Inspektur dan admin ETPD. Mereka membahas percepatan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata.

Dalam audiensi itu, Bupati Markus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat transformasi menuju ekosistem digital. Ia menyebut Pemkab Biak Numfor terus memperkuat regulasi transaksi nontunai dan menghadirkan berbagai inovasi untuk memperluas penggunaan transaksi elektronik.

“Pemerintah Kabupaten Biak Numfor sangat serius melakukan elektronifikasi transaksi dengan terus memperkuat regulasi transaksi nontunai dan menghadirkan berbagai inovasi perluasan transaksi elektronik. Digitalisasi ini, khususnya pada pemungutan pajak daerah, kami harapkan menjadi pengungkit utama optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih sangat krusial, dengan target sekitar Rp35 miliar dari total APBD Rp1,4 triliun,” tegas Bupati Markus.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan Bank Indonesia untuk membangkitkan sektor pariwisata. Menurutnya, dukungan BI akan membuka peluang besar dalam mempromosikan potensi wisata Biak Numfor.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan BI yang akan membantu mempromosikan potensi wisata Biak Numfor. Bank Indonesia akan menyediakan konsultan untuk mendampingi Pemda dalam melatih kelompok sadar wisata, seperti yang berhasil mereka lakukan di Raja Ampat,” tambahnya.

Bupati Markus juga mengungkapkan bahwa Kepala BI Papua telah menginstruksikan divisi UMKM pariwisata untuk segera menindaklanjuti komitmen tersebut.

Sementara itu, Kepala BPKAD Biak Numfor, Gunadi, menyampaikan bahwa capaian digitalisasi daerah menunjukkan hasil yang kompetitif. Ia menyebut Biak Numfor kini menempati peringkat keempat di wilayah Papua dengan Indeks ETPD mencapai 92,3 persen, yang menandakan daerah tersebut telah masuk kategori digital.

“Secara kinerja, Kabupaten Biak Numfor sudah berada di posisi yang sangat baik. Saat ini kami fokus menyiapkan data untuk bersaing di Championship ETPD 2025 dan mengoptimalkan Championship TP2DD 2026 dengan memanfaatkan tools monitoring dari Bank Indonesia,” jelas Gunadi.

Ia juga memaparkan rencana peluncuran Pasar Digital Darfuar pada 10 April 2026 sebagai langkah nyata transformasi ekonomi digital. Pemerintah menargetkan 200 merchant QRIS pada tahap awal dengan potensi mencapai 1.000 transaksi per bulan.

Gunadi menambahkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai program pendukung untuk menyukseskan peluncuran tersebut, seperti promo transaksi QRIS Rp1, promo belanja di pasar, pembayaran pajak daerah dan PDAM berbasis QRIS, pembukaan booth edukasi Pelindungan Konsumen (PeKA), hingga kegiatan shopping rally.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga menyambut rencana Bank Indonesia yang akan memusatkan kegiatan pertemuan regional Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara di Biak Numfor pada 9 hingga 12 April mendatang.

Pemerintah daerah meyakini kegiatan berskala besar ini akan menarik banyak pengunjung dan secara langsung menggerakkan roda perekonomian masyarakat di Biak Numfor.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *