“Sikat Premanisme! Tim Gabungan Pomal dan Polsek Belawan Bongkar Markas Persembunyian Pembacok Petugas Poskamling.”

Uncategorized

 

MEDAN BELAWAN – Aksi brutal sekelompok remaja yang membacok seorang penjaga malam di Belawan berakhir di tangan petugas. Tim gabungan berskala besar melakukan penggerebekan terhadap markas para pelaku pada Rabu (8/4/2026), menyusul laporan kekerasan bersenjata yang meresahkan warga.

Penggerebekan dan Penangkapan

​Operasi ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur, mulai dari Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), Subdenpom Belawan, Koramil 0201-09/MB, Polsek, hingga Satgas Pekat Kecamatan Medan Belawan. Petugas menyisir lokasi yang diduga menjadi markas para pelaku di Jalan Lingkar Pelabuhan Raya I, Lingkungan 44 Selebes, Kelurahan Belawan II sekitar pukul 12.00 WIB.

​Dalam operasi tersebut, tim berhasil meringkus empat orang terduga pelaku, yakni:

  1. Chandra (28) – Warga Titi Panjang, Belawan II.
  2. Fairuz (18) – Warga Titi Panjang, Belawan II.
  3. Denis (18) – Warga Jalan Lingkar Pelabuhan Raya, Belawan II.
  4. Anisa Safira (21) – Warga Jalan Selebes, Belawan II.

Penyitaan Barang Bukti

​Dari hasil penggeledahan di lokasi, petugas menemukan berbagai barang ilegal yang mengindikasikan keterlibatan para pelaku dalam tindak kriminalitas serius. Berikut rinciannya:

  • Persenjataan: 1 pucuk senapan laras panjang jenis Airgun, 1 pucuk pistol jenis Airgun, dan 2 pucuk pistol jenis Airsoft gun.
  • Amunisi: 1 kotak peluru mimis Gotri dan 4 set tabung gas senjata.
  • Narkoba & Uang: 1 paket kecil sabu-sabu dan uang tunai senilai Rp17.300.000.
  • Kendaraan: 3 unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi kejahatan.

Kronologi Kejadian: Berawal dari Patroli Lingkungan

​Peristiwa berdarah ini bermula pada Rabu dini hari (8/4/2026) sekitar pukul 02.40 WIB. Korban, Ahmad Samsir (51), yang merupakan petugas Poskamling di Lingkungan 2, Kelurahan Belawan 1, sedang menjalankan tugas patroli jalan kaki di Jalan Serdang untuk memastikan keamanan wilayah.

1. Penghadangan dan Perampokan

Saat sedang berpatroli, korban tiba-tiba dihadang oleh sekelompok remaja dari arah Jalan Sumatra. Tanpa basa-basi, para pelaku yang membawa senjata tajam jenis celurit panjang langsung menodong korban dan merampas tas miliknya. Para pelaku kemudian melarikan diri ke arah Jalan Pasar, Belawan 2.

2. Upaya Mediasi yang Berujung Maut

Korban segera menghubungi Kepala Lingkungan (Kepling) setempat, Emrizal Pasaribu, untuk meminta bantuan. Keduanya kemudian mencoba mendatangi lokasi tempat para pelaku berkumpul di Jalan Jawa untuk meminta kembali tas yang dirampas.

3. Pembacokan Brutal

Setibanya di lokasi, terjadi adu mulut antara korban dan para pelaku. Alih-alih mengembalikan barang milik korban, para pelaku justru tersulut emosi. Situasi memanas hingga para pelaku menyerang Ahmad Samsir secara membabi buta menggunakan senjata tajam.

​Akibat serangan tersebut, korban menderita luka bacok serius di bagian:

  • Tangan
  • Punggung
  • Area Pelipis Mata

​Saat ini, Ahmad Samsir tengah menjalani perawatan medis, sementara keempat pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan oleh pihak berwenang untuk proses hukum lebih lanjut. Petugas masih mendalami asal-usul senjata api jenis airgun dan narkoba yang ditemukan di markas tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *