Kepala SPPG di Kebumen Saat Berobat di Bantu JKN

Kebumen-Pentingnya jaminan kesehatan kembali dirasakan langsung oleh masyarakat. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Petanahan, Kabupaten Kebumen, Wiwi Nuryani berharap seluruh relawan SPPG dapat memiliki perlindungan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Perempuan asal Desa Jogomertan RT 03 RW 04, Kecamatan Petanahan itu mengaku telah merasakan langsung manfaat besar dari Program JKN saat dirinya harus menjalani perawatan akibat penyakit tifus. Bahkan, Wiwi tercatat sudah dua kali menjalani rawat inap karena penyakit yang sama.

Di tengah aktivitasnya yang padat sebagai Kepala SPPG Petanahan, Wiwi sempat mengalami demam tinggi hingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Beruntung, seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Program JKN.

“Pelayanan yang saya terima sangat ramah, baik, dan memuaskan. Sama sekali tidak ada perbedaan perlakuan. Dengan adanya JKN, ketika sakit tidak ada lagi penundaan dalam berobat hanya karena khawatir tidak bisa bayar,” ungkap Wiwi.

Tak hanya dirinya, manfaat JKN juga dirasakan keluarganya. Setahun lalu, sang suami sempat dirawat di rumah sakit akibat demam berdarah saat berada dalam masa transisi pekerjaan. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran terkait biaya pengobatan.

Namun, kartu JKN yang aktif membuat suaminya tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa membebani kondisi keuangan keluarga.Pengalaman tersebut membuat Wiwi semakin menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan yang dapat diandalkan saat kondisi darurat terjadi.

Selain merasakan manfaat pelayanan kesehatan, Wiwi juga aktif memanfaatkan aplikasi Mobile JKN. Menurutnya, berbagai layanan kini menjadi lebih praktis karena dapat diakses langsung melalui telepon genggam.

Beberapa fitur yang paling sering digunakannya antara lain pendaftaran online fasilitas kesehatan, perubahan fasilitas kesehatan, hingga pengecekan iuran peserta.“Kini akses layanan JKN dirasakan semakin mudah dan praktis. Semua bisa diurus lewat handphone saja,” katanya.

Berangkat dari pengalaman pribadinya, Wiwi berharap seluruh relawan SPPG Petanahan juga dapat memperoleh perlindungan kesehatan melalui Program JKN. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan yayasan yang menaungi lembaganya agar para relawan segera didaftarkan sebagai peserta JKN.

Menurutnya, jaminan kesehatan sangat penting untuk mendukung produktivitas dan memberikan rasa aman bagi para relawan yang terlibat dalam program pemenuhan gizi masyarakat.

“Program JKN ini sangat penting untuk menjamin kesehatan kita dan keluarga,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *