Dari Hal Terkecil Perlu Diketahui Peserta MPLS, Berikut Penjelasannya

Fokusinews.com | Palembang,- Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SMP-SMA SONS) melaksanakan 3 hari Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada 144 siswa dan siswi baru Tahun Ajaran 2026/2027 bertempat di gedung serba guna Syahrial Oesman SMP-SMA SONS Palembang.

Dikatakan Kepala Sekolah SMP-SMA SONS Palembang Aliyuddin Asral, S.Pd., M.Si, MPLS ini adalah program dari pemerintah yang secara program itu sudah ditetapkan dengan materi-materi yang sudah ada, dan kita berharap bahwa MPLS ini adalah salah satu titik awal masa pengenalan lingkungan MPLS itu disekolah.

Jadi kita berharap bahwa anak-anak tersebut benar ini sekolah kami, mulai dari yang paling kecil. Dimana yang paling kecil yakni tentang dimana kamar mandi (WC) itu pengenalan namanya, mengenal guru-gurunya, mengenal guru-gurunya siapa, ngajar apa, seperti itu.

“Dan yang paling penting sebenarnya mengenai MPLS itu adalah masa bersosialisasi antara mereka sendiri. Jadi mereka akan kegiatan masa orientasi ini lebih kepada mereka bisa bersosialisasi dengan teman-temannya,” ujarnya.

Kemudian, kita berharap bahwa masa orientasi ini bisa selesai, mereka akan belajar seperti biasa, tapi seluruh kawan-kawan mereka sudah kenal semua, seperti itu. Serta masa MPLS ini akan dilaksanakan selama 3 hari, sesuai dengan petunjuk dari Dinas Pendidikan.

Secara beberapa tentang teori, dan juga tentang agamis, tentang ketatanegaraan itu kecenderungan mereka. Jadi mereka sama sekali boleh dikatakan baru didalam hal pengenalan. Karena mereka baru tingkat SMP sekarang sudah SMA, dan berharap materi-materi terserap oleh mereka dan edukasinya mereka dapat menerapkan pada keseharian mereka sendiri.

“Kita biasa seperti dari jam 07.30 – 12.00 WIB mereka sudah selesai. Kita berbeda, tapi sama, dalam artian kata, olahraga itu adalah first nya dari sekolah ini, tapi untuk melaksanakan kegiatan proses akademik itu sama seperti sekolah yang lain,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, bedanya barang kali kami di minggu kemarin sudah melaksanakan juga MPLS tapi lebih kecenderungan pada kedisiplinan, jadi kami tambahkan sebelumnya selama tiga hari kebelakang, selain mereka juga mengenal lingkungan, tapi lebih cenderung kami latih untk disiplin seperti belajar baris berbaris seperti itu.

Jadi bullying ini adalah sesuatu yang banyak terjadi, apabila kita tidak menerapkan yang terutama mengenal satu sama lain, bullying ini terjadi karena mereka tidak ada akrabnya dengan kawan-kawanya, jadi bisa saling “mereka bergaulnya tidak akrab”.

“Alhamdulillah di Sons tidak pernah terjadi bullying, karena kan bersama-sama 24 jam, jadi mereka benar-benar orang disini temannya adalah saudaranya, dan mereka tidak ada “orang tua” mereka disini bersama-sama dalam satu lingkungan,” katanya.

Masih dilanjutkannya, justru bullying itu di Sons alhamdulillah sampai sekarang tidak ada, karena mereka satu sama lain sudah mengakrabkan diri sebagai saudara masing-masing. Tidak, kalau Kakak kelasnya itu sifatnya panitia membantu saja, tapi kalau untuk pelaksanaan kegiatan itu seluruhnya dilakukan oleh guru sesuai dengan petunjuk.

Jadi kalau kakak-kakak kelasnya, seperti kegiatan peralatan, tapi kalau materi itu langsung di handle oleh para guru. Kalau untuk jumlah siswa sebanyak 144 orang, kalau di kita untuk SMP tidak ada.

“Harapan mereka dapat mengikuti dengan baik, karena ini merupakan bekal awal, mereka melaksanakan jenjang sekolah SMA, dan dengan MPLS dilaksanakan dengan baik dan benar, mekera akan menerima hasilnya ya berupa pergaulan mereka disekolah menjadi benar, menjadi baik, patut terhadap peraturan,” ucapnya.

Pos terkait