KEPULAUAN YAPEN, PAPUA – Musyawarah Cabang (Muscab) I Forum Generasi Muda (FGM) GKI di Tanah Papua Cabang Kepulauan Yapen secara resmi menetapkan Louis D. Nenepat sebagai ketua terpilih periode 2024–2027. Penetapan yang berlangsung secara aklamasi tersebut digelar di Gereja GKI Yehezkiel Anotaure, Distrik Anotaurei, kabupaten Kepulauan Yapen, Papua pada Jumat, 16 Oktober 2024 lalu.
Momentum bersejarah bagi pemuda gereja GKI di Tahanah Papua ini dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Kepulauan Yapen, perwakilan dari empat wilayah Klasis, yakni Yapen Barat, Yapen Timur, Yapen Utara, dan Yapen Selatan. Selain itu, hadir pula para kepala seksi, anggota Persekutuan Anak Muda (PAM), serta para senior PAM yang memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan organisasi tersebut.
Dalam sambutan perdananya, Ketua Terpilih Louis D. Nenepat menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan signifikan bagi generasi muda GKI di Kepulauan Yapen. Ia menyatakan bahwa langkah awal kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan struktur internal dan konsolidasi hingga ke tingkat paling bawah.
“Saya selaku ketua karateker yang kemudian secara aklamasi diangkat menjadi ketua terpilih DPC FGM GKI di Tanah Papua cabang Kepulauan Yapen. Meski hari ini tidak semua hadir karena kendala informasi, namun tugas ke depan adalah menjalankan konsolidasi ke bawah di empat Klasis agar kita semua bersinergi menyusun program kerja,” ujar Louis.
Louis menambahkan bahwa arah gerak organisasi akan berpatokan pada visi besar untuk membangkitkan potensi pemuda GKI di Kepulauan Yapen.
“Kami akan membuat program yang sesuai dengan tema kita, yaitu bangkit, bertumbuh, dan melayani bersama di dalam Tuhan. FGM ini merupakan wadah unik yang menyatukan anggota PAM aktif dengan para senior atau mantan pengurus yang telah demisioner. Kami bersinergi untuk satu tujuan demi kemajuan generasi muda GKI di seluruh Pulau Yapen,” tegasnya.
Di sisi lain, dukungan juga datang dari Dewan Kurator FGM GKI di Tanah Papua Cabang Kepulauan Yapen, Fredolin Warkawani. Pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPRK Kepulauan Yapen ini memberikan apresiasi tinggi kepada panitia atas suksesnya pelaksanaan Muscab pertama yang berhasil melahirkan kepemimpinan definitif.
“Kami berharap pengurus baru yang akan disusun untuk masa bakti tiga tahun ke depan dapat bekerja maksimal sesuai aturan organisasi. FGM harus mampu memanfaatkan potensi generasi muda untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Kepulauan Yapen,” ungkap Fredolin.
Lebih lanjut, Fredolin menekankan pentingnya peran strategis FGM dalam pembangunan daerah. Ia berharap kepengurusan ini segera terbentuk agar dapat berpartisipasi dalam Rapat Kerja Pertama di Bintuni. Menurutnya, dampak dari program kerja FGM harus dirasakan nyata oleh pemuda gereja maupun masyarakat luas.
“Harapan kami, generasi ini bisa lebih berkarya dengan segala potensi yang dimiliki untuk kepentingan pembangunan gereja dan masyarakat. Kolaborasi dengan seluruh elemen pemuda dari berbagai denominasi gereja, agama, suku, dan budaya sangat penting untuk menjaga keberlangsungan pembangunan serta pengembangan sumber daya manusia di daerah ini,” tutup Fredolin.
Kehadiran FGM GKI di Kepulauan Yapen diharapkan menjadi motor penggerak baru yang mampu menyatukan semangat lintas generasi guna menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis. (**)






