Musyawarah Besar II Pemuda Suku Onate Wujud Komitmen Pemuda Mengawal Pembangunan di Yapen

Serui — Musyawarah Adat Pemuda Suku Onate menjadi wujud nyata komitmen generasi muda adat dalam turut mengawal pembangunan di Kabupaten Kepulauan Yapen dengan tetap menjaga nilai adat istiadat serta warisan leluhur.

Hal tersebut disampaikan oleh Ferdinand Payawa selaku tokoh pemuda Onate, yang menilai bahwa kegiatan musyawarah adat bukan sekadar agenda seremonial semata, melainkan ruang strategis bagi pemuda adat untuk menunjukkan keterlibatan aktif dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian identitas budaya masyarakat.

Menurutnya, di tengah perkembangan pembangunan modern yang terus bergerak cepat, kehadiran pemuda adat memiliki peran penting sebagai penjaga harmoni sosial, pemersatu masyarakat, serta pengawal nilai-nilai kearifan lokal agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Kabupaten Kepulauan Yapen sendiri dikenal memiliki kekayaan adat dan budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Karena itu, pembangunan daerah dinilai tidak boleh mengabaikan akar budaya masyarakat adat yang diwariskan secara turun-temurun.

“Musyawarah Adat Pemuda Suku Onate merupakan bentuk komitmen pemuda dalam mengawal pembangunan di Yapen dengan tetap menjaga nilai adat istiadat serta warisan leluhur,” ujar Ferdinand Payawa.

Ia menambahkan, pemuda adat memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat adat. Di satu sisi memahami perkembangan zaman, namun di sisi lain tetap menjaga nilai adat yang diwariskan leluhur.

Dengan posisi tersebut, pemuda adat diharapkan mampu menjadi mitra kritis sekaligus mitra konstruktif bagi pemerintah daerah agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat tanpa menghilangkan jati diri budaya lokal.

Musyawarah adat ini juga mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial di tengah berbagai tantangan pembangunan. Ketika pemuda adat bersatu dalam ruang musyawarah, mereka turut membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya persaudaraan, solidaritas, serta tanggung jawab menjaga tanah dan warisan budaya bagi generasi mendatang.

Selain itu, forum adat pemuda dinilai perlu mendapat perhatian sebagai bagian penting dari pembangunan partisipatif di Kabupaten Kepulauan Yapen. Aspirasi generasi muda adat dianggap penting untuk dilibatkan dalam proses pembangunan daerah ke depan.

Musyawarah Adat Pemuda Suku Onate juga menjadi simbol bahwa adat dan pembangunan bukan dua hal yang bertentangan. Adat justru menjadi fondasi moral dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, berkeadilan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Dengan demikian, Musyawarah Adat Pemuda Suku Onate layak diapresiasi sebagai bentuk komitmen nyata pemuda dalam menjaga marwah adat, merawat warisan leluhur, sekaligus mengawal pembangunan di Kabupaten Kepulauan Yapen dalam semangat kebersamaan dan persatuan.

 

Editor: Iqhi Aninam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *