FOKUSINEWS.COM- Kaltara , Senin 01/06/26…
NUNUKAN –FOKUSINEWS.COM Sebuah langkah awal menuju pembangunan peradaban Islam di wilayah perbatasan dimulai. Lahan wakaf seluas 3.000 meter persegi (60 x 50 meter) di Jalan Mulawarman RT.06, Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, resmi disurvei pada Senin (1/6/2026) untuk pembangunan Madrasah Alkhairaat Berbasis Pesantren.
Kegiatan survei ini dipimpin langsung oleh Ustadz Mukhlis Latasi, Lc, putra sulung dari almarhum Ustadz Suniman Latasi, BA, sekaligus lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir. Pendirian madrasah ini merupakan cita-cita mulia almarhum yang sejak lama menginginkan hadirnya sekolah agama di Kecamatan Sebatik Tengah.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perwakafan tanah milik pribadi yang diwakafkan oleh Bapak Edi selaku wakif. Tanah tersebut telah diwakafkan kepada almarhum Ustadz Suniman Latasi, BA selaku Pimpinan YIIPS Alkhairaat Sebatik dan disaksikan oleh Kepala KUA Kecamatan Sebatik Tengah,” jelas Ustadz Mukhlis Latasi di lokasi survei.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir mendampingi Ustadzah Nurdian Korompot, S.Pd.I (ibunda Ustadz Mukhlis), serta Taslim, S.Pd.I, Sunardin, dan Asdar. Kehadiran Bapak Edi selaku pihak yang mewakafkan tanah juga turut memeriahkan acara yang penuh keikhlasan ini.
Madrasah yang akan dikelola oleh Komda Alkhairaat Sebatik ini direncanakan menjadi pusat pendidikan Islam terpadu. Tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan umum, lembaga ini juga akan menjadi pusat pembinaan akhlak dan pencetak generasi Qurani yang beriman, berilmu, serta berakhlakul karimah.
Taslim, salah satu pendamping, menambahkan bahwa kunjungan ke Desa Aji Kuning ini menjadi titik penting. “Alhamdulillah, hari ini kami berkesempatan meninjau lokasi tanah yang telah diwakafkan. Kunjungan ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya menghadirkan lembaga pendidikan Islam yang bermanfaat bagi generasi muda dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Warga setempat menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Asdar, warga Desa Aji Kuning, mengungkapkan harapannya bahwa madrasah ini akan menjadi tonggak penting pengembangan pendidikan Islam di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Selain menjadi pusat pembelajaran agama, madrasah ini diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” kata Asdar.
Ustadz Mukhlis Latasi, yang juga dikenal sebagai qari dan pelantun selawat kebanggaan Indonesia asal Pulau Sebatik, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bapak Edi. Ia menegaskan bahwa wakaf untuk kepentingan pendidikan pesantren memiliki nilai amal jariyah yang sangat tinggi.
“Kami tak lupa menyampaikan ribuan terima kasih kepada Bapak Edi selaku pewakaf tanah atas keikhlasan dan kepeduliannya. Semoga wakaf ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, membawa keberkahan, dan menjadi sarana lahirnya generasi yang berilmu serta berakhlak mulia. Aamiin,” tuturnya.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mendoakan agar rencana pembangunan ini diberikan kemudahan, kelancaran, serta mendapat dukungan dari seluruh kaum muslimin,” pungkas Ustadz Mukhlis.
Editor : FN – AR






