Erni Tania Ajak Suporter Argentina di Yapen Jaga Sportivitas dan Kedamaian Jelang Laga Kontra Inggris

SERUI, Fokusinews.com – Menjelang pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Inggris, tokoh perempuan Kepulauan Yapen yang juga pendukung Timnas Argentina, Erni Tania, mengajak seluruh suporter untuk menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim kesayangan mereka.

Menurut Erni, semangat mendukung tim tidak boleh menghilangkan rasa hormat kepada sesama pencinta sepak bola. Ia mengingatkan agar kemenangan maupun kekalahan tidak menjadi pemicu munculnya tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Menjelang pertandingan kamis dinihari antara Argentina dan Inggris, mari kita tunjukkan bahwa kita adalah pendukung yang dewasa dan bermartabat,” ujar Erni Tania.

Ia mengimbau seluruh pendukung Argentina agar tidak melakukan tindakan yang dapat memancing konflik, seperti mengganggu pendukung tim lain, melakukan konvoi secara berlebihan, ataupun mendatangi tempat berkumpulnya suporter lawan hanya untuk mengejek atau memprovokasi.

“Apapun hasil pertandingan nanti, baik menang maupun kalah, tetaplah menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan bersama. Jangan mengganggu pendukung tim lain, jangan melakukan konvoi yang berlebihan, apalagi mendatangi tempat berkumpulnya fans lawan hanya untuk mengejek atau memancing keributan,” katanya.

Menurut Erni, kemenangan dalam olahraga merupakan sesuatu yang patut disyukuri, bukan dijadikan alasan untuk merendahkan pihak lain. Ia berharap apabila Argentina berhasil meraih kemenangan, para pendukung dapat merayakannya secara wajar tanpa mengganggu ketertiban umum.

“Jika Argentina menang, rayakanlah dengan sewajarnya, pulang ke rumah, bersyukur, dan berdoa. Sebaliknya, jika hasilnya tidak sesuai harapan, terimalah dengan lapang dada karena dalam olahraga selalu ada menang dan kalah,” tuturnya.

Erni juga menyinggung peristiwa yang terjadi usai pertandingan sebelumnya sebagai bahan evaluasi bersama. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pelajaran agar seluruh pendukung dapat lebih mengedepankan sikap saling menghormati dibandingkan fanatisme yang berlebihan.

“Kejadian setelah pertandingan pagi tadi hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua. Fanatisme boleh, tetapi rasa hormat kepada sesama harus tetap diutamakan. Mari tunjukkan bahwa fans Argentina bisa bersorak dengan semangat, namun tetap rendah hati, santun, dan menghargai semua pihak,” ujarnya.

Sebagai tokoh perempuan di Kepulauan Yapen, Erni berharap sepak bola tetap menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan menghadirkan kegembiraan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang tim yang didukung.

“Sepak bola menyatukan persaudaraan, bukan menciptakan permusuhan. Mari kita dukung tim favorit dengan penuh semangat, tetapi tetap menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Imbauan tersebut menjadi pesan moral bagi seluruh pencinta sepak bola di Kepulauan Yapen agar momentum Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang mendukung tim kebanggaan, tetapi juga menjadi contoh nyata dalam menjunjung tinggi sportivitas, toleransi, dan persaudaraan antarsuporter.

Pos terkait