Pemda Biak Numfor Dukung Musda Dewan Kesenian, Dorong Transformasi Menuju Dewan Kebudayaan

Daerah Pemerintah

Biak – Papua. FokusiNews. Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menyampaikan apresiasi kepada Dewan Kesenian Tanah Papua atas langkah strategis dalam mendorong konsolidasi organisasi di daerah.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Biak Numfor. Jimmy, C Rumbarar Kapisa dalam keterangannya kepada awak media, terkait penugasan kepada Mintje A. Yawan, SE., M.Pd., untuk mempersiapkan pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) Dewan Kesenian Tanah Papua Kabupaten Biak Numfor.

Wakil Bupati Kabupaten Biak Numfor itu menegaskan bahwa pemerintah daerah menyambut baik dan mendukung penuh proses persiapan Musyawarah Daerah (Musda) tersebut, mengingat masa kepengurusan Dewan Kesenian di tingkat kabupaten telah berakhir dan perlu segera dibentuk kepengurusan definitif.

“ Kami mendukung (Musda) Dewan Kesenian, untuk mendorong Transformasi Menuju Dewan Kebudayaan tetapi juga kami mengapresiasi dewan Kesenian Tanah Papua atas langkah strategis dalam mendorong konsolidasi organisasi di daerah. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Biak Numfor disela kegiatan Musrenbang di Distrik Bondifuar.” selasa 14 April 2026

Wakil Bupati Biak Numfor. Jimmy, C Rumbarar Kapisa menegaskan bahwa pemerintah daerah menyambut baik dan mendukung penuh proses persiapan Musyawarah Daerah (Musda) tersebut, mengingat masa kepengurusan Dewan Kesenian di tingkat kabupaten telah berakhir dan perlu segera dibentuk kepengurusan definitif.

“Sebagai pemerintah daerah, kami menyambut resmi pelaksanaan Musda ini. Harapannya, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Dewan Kesenian Biak Numfor sudah memiliki pengurus definitif yang mampu menampung aspirasi para seniman dan budayawan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengusulkan adanya transformasi nomenklatur dari Dewan Kesenian menjadi Dewan Kebudayaan. Menurutnya, perubahan tersebut penting untuk memperluas cakupan peran lembaga, tidak hanya pada aspek seni, tetapi juga kebudayaan secara menyeluruh.

“Ketika kita berbicara kebudayaan, maka seni dan budaya menjadi satu kesatuan. Di dalamnya juga terdapat sektor pariwisata dan berbagai potensi lain yang dapat dikembangkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, gagasan perubahan nama tersebut juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Papua dalam memperkuat kelembagaan kebudayaan di Tanah Papua, melalui regulasi yang ada. Dalam konteks pembangunan daerah, Wakil Bupati Biak Nunfor menekankan bahwa sektor kebudayaan menjadi bagian penting dari program strategis Bupati Biak Numfor, khususnya dalam percepatan pengembangan pariwisata berbasis seni dan budaya.

“Oleh karena itu, kami berharap panitia yang telah dibentuk segera melakukan konsolidasi secara menyeluruh agar Musda dapat segera dilaksanakan dan menghasilkan kepengurusan yang definitif serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan seluruh unsur masyarakat adat dalam struktur kepengurusan Dewan Kesenian ke depan. Keterwakilan dari berbagai wilayah adat seperti wilayah adat Biak timur, Biak barat, Biak utara, Biak selatan, Aimando, Padaido, hingga Numfor. Hal ini dinilai sangat penting guna memperkaya program kerja lembaga tersebut.

“ Tidak hanya seniman dan budayawan, tetapi juga tokoh adat harus dilibatkan. Ini penting agar program-program yang dijalankan benar-benar mencerminkan kearifan lokal dan kekayaan budaya yang ada di Biak Numfor,” tegasnya.

Menurutnya, kolaborasi antara seniman, budayawan, dan Dewan Adat akan memperkuat pelestarian budaya lokal, termasuk berbagai tradisi seperti Apenberapen dan kegiatan budaya lainnya yang menjadi identitas masyarakat Biak.

Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan Dewan Kesenian yang nantinya menjadi Dewan Kebudayaan tidak hanya menjadi struktur formal, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata dalam mengangkat harkat dan martabat masyarakat Biak melalui pengembangan seni dan budaya.

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

 

(Heri)/Kaperwil Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *