Hariyanto, Pengarang di FokusiNews https://fokusinews.com/author/budi-hariyanto/ FokusiNews menyajikan berita terkini, terpercaya, dan faktual seputar nasional, daerah, ekonomi, politik, teknologi, dan gaya hidup untuk pembaca Indonesia. Tue, 16 Jun 2026 01:28:06 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.4 https://fokusinews.com/wp-content/uploads/2026/04/cropped-Favicon-Fokusinews-32x32.png Hariyanto, Pengarang di FokusiNews https://fokusinews.com/author/budi-hariyanto/ 32 32 Menebar Maslahat di Tengah Guncangan Ekonomi dan Politik: Hikmah Tahun Baru Islam 1448  H https://fokusinews.com/menebar-maslahat-di-tengah-badai-ekonomi-dan-politik-hikmah-tahun-baru-islam-1448/ https://fokusinews.com/menebar-maslahat-di-tengah-badai-ekonomi-dan-politik-hikmah-tahun-baru-islam-1448/#respond Tue, 16 Jun 2026 01:04:45 +0000 https://fokusinews.com/?p=10862 OPINI Oleh: Budi Hariyanto Setiap pergantian tahun Hijriah, umat Islam diajak untuk melakukan muhasabah (introspeksi) […]

Artikel Menebar Maslahat di Tengah Guncangan Ekonomi dan Politik: Hikmah Tahun Baru Islam 1448  H pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
OPINI

Oleh: Budi Hariyanto

Setiap pergantian tahun Hijriah, umat Islam diajak untuk melakukan muhasabah (introspeksi) dan merancang langkah strategis ke depan. Pada Tahun Baru Islam 1448 H/2026 M ini, Kementerian Agama Republik Indonesia mengusung tema “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”. Tema ini bukan sekadar slogan seremonial, melainkan sebuah peta jalan moral yang sangat relevan dengan kondisi bangsa yang sedang berada di persimpangan kritis antara harapan dan kenyataan.

Pesan utama dari tema tersebut jelas: memperkuat persaudaraan (ukhuwah), menebarkan cinta kasih, menghadirkan kedamaian, serta mengikis ujaran kebencian. Namun, implementasi pesan-pesan luhur ini dihadapkan pada realitas sosial-ekonomi dan politik yang tidak sederhana. Kita dituntut untuk mengambil hikmah dan kebijaksanaan dalam menyikapi dua fenomena dominan saat ini: guncangan ekonomi yang menggerus moralitas, dan dinamika politik yang penuh tensi.

Ekonomi Guncang: Ketika Survival Mode Menggerus Moral

Fenomena pertama yang menjadi ujian bagi “penguatan umat” adalah guncangan ekonomi makro yang berdampak langsung pada kehidupan mikro masyarakat. Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS telah memicu inflasi biaya hidup. Harga-harga kebutuhan pokok melambung, daya beli masyarakat anjlok, dan rasa ketidakamanan ekonomi (economic insecurity) meluas.

Dalam kondisi “bertahan hidup” (survival mode) seperti ini, persaingan untuk memenuhi kebutuhan dasar menjadi sangat ketat. Sayangnya, kompetisi ekonomi yang tidak sehat sering kali bermuara pada dekadensi moral. Kita menyaksikan maraknya praktik penipuan berkedok investasi bodong, penggelapan dana, hingga eksploitasi tenaga kerja. Ketika perut lapar dan masa depan suram, etika sering kali menjadi korban pertama. Di sinilah letak urgensi tema “Menebar Maslahat”. Maslahat dalam konteks ekonomi berarti menolak keserakahan individualistik dan kembali pada prinsip ekonomi kerakyatan yang berbasis kejujuran (shiddiq) dan amanah. Umat harus diperkuat dengan literasi keuangan syariah dan semangat gotong royong ekonomi, seperti melalui koperasi atau komunitas usaha bersama, agar tidak terjebak dalam jerat lintah darat akibat tekanan ekonomi.

Politik Memanas: Kreativitas Solusi di Atas Hasrat Kekuasaan

Fenomena kedua adalah dinamika politik yang kondisinya menunjukkan kenaikan tensi. Polarisme opini, gesekan antar-elit, dan tuntutan publik yang semakin kritis menciptakan atmosfer yang rentan konflik. Pemerintah dituntut untuk responsif memberikan solusi atas masalah masyarakat secara “smooth” (halus, tepat sasaran, dan tanpa gejolak baru).

Namun, tantangan terbesar bukanlah kurangnya sumber daya, melainkan kurangnya kreativitas politik. Banyak persoalan bangsa masih diselesaikan dengan pendekatan kekuasaan (power approach)—siapa yang paling berkuasa, dialah yang menang—bukan dengan pendekatan kesejahteraan (welfare approach). Implementasi “Menghadirkan Kedamaian” dan “Mengikis Ujaran Kebencian” menuntut para pemimpin untuk berhijrah dari pola pikir politis transaksional menuju kepemimpinan yang melayani. Kreativitas diperlukan untuk memecahkan kebuntuan kebijakan. Misalnya, alih-alih hanya menaikkan subsidi yang membebani APBN, pemerintah perlu inovatif dalam menciptakan lapangan kerja produktif dan mendorong kemandirian energi/pangan lokal. Kebijakan harus lahir dari dialog inklusif, bukan dari ruang tertutup yang arogan, agar tidak memicu resistensi baru di masyarakat.

Hikmah dan Kebijaksanaan: Jembatan Antara Harapan dan Kenyataan

Di tengah jurang antara harapan akan umat yang kuat dan kenyataan ekonomi-politik yang rapuh, kita memerlukan hikmah dan kebijaksanaan.

Pertama, Hikmah Sosial: Umat harus aktif mengikis ujaran kebencian dengan memperbanyak narasi kebaikan. Media sosial, yang sering menjadi alat provokasi, harus diubah menjadi sarana edukasi dan solidaritas. Persaudaraan tidak hanya dirayakan saat lebaran, tetapi dipraktikkan dalam bentuk jaring pengaman sosial informal bagi tetangga yang terdampak krisis ekonomi.

Kedua, Kebijaksanaan Politik: Pemerintah dan elit politik harus menyadari bahwa stabilitas nasional bergantung pada kepuasan rakyat kecil. Responsivitas yang “smooth” berarti mendengarkan keluhan rakyat sebelum meledak menjadi demonstrasi besar. Ini membutuhkan empati dan kerendahan hati.

Ketiga, Transformasi Spiritual: Tema “Menguatkan Umat” juga berarti menguatkan ketahanan spiritual individu. Dengan berpuasa sunnah (seperti Asyura) dan memperbanyak sedekah, kita melatih diri untuk tidak diperbudak oleh materi dan status. Ini adalah antidot terbaik terhadap dekadensi moral akibat tekanan ekonomi.

Kesimpulan

Tahun Baru Islam 1448 H dengan tema “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat” adalah panggilan untuk bertindak. Damai tidak akan turun dari langit jika kita masih sibuk saling menjatuhkan dalam kompetisi ekonomi yang curang atau bertarung dalam arena politik yang kotor. Maslahat harus ditebar melalui kebijakan ekonomi yang pro-rakyat dan etika politik yang bersih.

Mari jadikan momentum ini sebagai titik balik. Dari bersaing menjadi berbagi, dari berkonflik menjadi berkolaborasi, dan dari mengeluh menjadi bergerak. Hanya dengan hikmah dan kebijaksanaan, kita bisa mengubah guncangan menjadi pijakan, dan ketegangan menjadi harmoni. Selamat Tahun Baru Islam 1448 H. Semoga umat Indonesia semakin kuat, sejahtera, dan penuh maslahat.

Budi Hariyanto adalah seorang jurnalis 

Artikel Menebar Maslahat di Tengah Guncangan Ekonomi dan Politik: Hikmah Tahun Baru Islam 1448  H pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
https://fokusinews.com/menebar-maslahat-di-tengah-badai-ekonomi-dan-politik-hikmah-tahun-baru-islam-1448/feed/ 0
Rayakan HUT ke-5, DARMAKARYA Gelar Pagelaran Wayang Kulit Massal “Semar Mbangun Kahyangan” di Pendopo Bupati Karanganyar https://fokusinews.com/rayakan-hut-ke-5-darmakarya-gelar-pagelaran-wayang-kulit-massal-semar-mbangun-kahyangan-di-pendopo-bupati-karanganyar/ https://fokusinews.com/rayakan-hut-ke-5-darmakarya-gelar-pagelaran-wayang-kulit-massal-semar-mbangun-kahyangan-di-pendopo-bupati-karanganyar/#respond Fri, 05 Jun 2026 01:34:29 +0000 https://fokusinews.com/?p=10108 KARANGANYAR, fokusinews.com– Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5, Paguyuban Dalang Remaja Karanganyar (DARMAKARYA) […]

Artikel Rayakan HUT ke-5, DARMAKARYA Gelar Pagelaran Wayang Kulit Massal “Semar Mbangun Kahyangan” di Pendopo Bupati Karanganyar pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
KARANGANYAR, fokusinews.com– Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5, Paguyuban Dalang Remaja Karanganyar (DARMAKARYA) bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar pagelaran wayang kulit massal yang melibatkan puluhan dalang muda se-Kabupaten Karanganyar. Acara bertajuk “Guyub Dalang Se-Kabupaten Karanganyar” ini berlangsung khidmat dan meriah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, pada Kamis malam (04/06/2026).

Pagelaran yang dimulai pukul 20.00 WIB hingga dini hari ini dibuka secara gratis untuk umum, sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung regenerasi seniman pedalangan dan pelestarian budaya di Bumi Intanpari. Ratusan penonton dari berbagai kalangan, mulai dari penggemar wayang, seniman, hingga masyarakat umum, memadati area pendopo untuk menyaksikan kepiawaian para dalang remaja lokal.

Apresiasi Pemerintah dan Hadiri Tokoh Budaya

Acara dibuka oleh Wakil Bupati Karanganyar, H. Adhe Eliana, SE. Dalam sambutannya yang diselingi pantun jenaka khas Jawa, Wabup Adhe menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif DARMAKARYA. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung upaya pelestarian seni pedalangan, mengingat Kabupaten Karanganyar telah dikenal sebagai salah satu lumbung dalang profesional di Jawa Tengah.

“Semoga DARMAKARYA dapat terus berkarya, menjaga tradisi, dan mencetak dalang-dalang baru yang tidak hanya mahir dalam teknik mendalang, tetapi juga memiliki kedalaman filosofis,” ujar Adhe Eliana.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar yang baru dilantik, Bapak Hendro Prayitno, SH, MM., Sekretaris Persatuan Pedalangan Indonesia (PPSI) Provinsi Jawa Tengah, Bambang Sulanjari, serta Komite Seni Budaya Nusantara Provinsi Jawa Tengah, Bapak Agus Waryanto. Kehadiran tokoh-tokoh ini menandakan pentingnya kolaborasi antara organisasi seni, pemerintah, dan lembaga kebudayaan dalam merawat warisan tak benda bangsa.

Peserta yang hadir

Lakon “Semar Mbangun Kahyangan”: Filosofi Kepemimpinan Sejati

Pagelaran malam itu menampilkan lakon klasik “Semar Mbangun Kahyangan” yang dibawakan secara estafet oleh 30 dalang anggota DARMAKARYA. Ketua DARMAKARYA, Anggit Laras Prabowo, menjelaskan bahwa dari total 94 anggota terdaftar, 30 dalang terpilih tampil bergantian untuk menunjukkan variasi gaya dan interpretasi masing-masing dalam satu alur cerita yang utuh.

Lakon Semar Mbangun Kahyangan dipilih karena memiliki makna filosofis yang sangat relevan dengan kondisi kepemimpinan saat ini. Kisah ini mengisahkan Semar, sosok punakawan yang merupakan simbol wong cilik (rakyat jelata), mengambil tanggung jawab moral untuk membangun tatanan kehidupan yang lebih baik.

“Pesan moralnya sangat dalam. Kahyangan yang dibangun Semar bukan sekadar istana megah, melainkan representasi tatanan masyarakat yang adil, makmur, aman, dan sejahtera,” jelas narator acara.

Semar mengajarkan tiga sifat kepemimpinan ideal, yaitu:
1. Asah: Saling mengajari dan mengingatkan dalam kebenaran.
2. Asih: Saling menyayangi dan penuh kasih sayang.
3. Asuh: Mengayomi, membimbing, dan melindungi rakyat.

Melalui lakon ini, penonton diajak merenung bahwa kekuasaan atau kemewahan fisik tidak ada artinya jika rakyat menderita dan nilai-nilai keadilan dilanggar. Semar hadir sebagai korektor moral bagi para pemegang kekuasaan.

Sukses Menarik Minat Masyarakat Lintas Generasi

Acara yang berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 dinihari ini berhasil menarik perhatian sekitar ratusan an pengunjung yang hadir langsung di lokasi, serta ribuan lainnya yang menonton melalui siaran langsung daring. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya interaksi selama pertunjukan, membuktikan bahwa wayang kulit masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Karanganyar, baik dari kalangan muda, madya, maupun senior.

Dengan suksesnya penyelenggaraan HUT ke-5 ini, DARMAKARYA berharap dapat terus menjadi wadah pembinaan bagi dalang remaja di Karanganyar, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam melestarikan identitas budaya daerah di tengah arus globalisasi.

Artikel Rayakan HUT ke-5, DARMAKARYA Gelar Pagelaran Wayang Kulit Massal “Semar Mbangun Kahyangan” di Pendopo Bupati Karanganyar pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
https://fokusinews.com/rayakan-hut-ke-5-darmakarya-gelar-pagelaran-wayang-kulit-massal-semar-mbangun-kahyangan-di-pendopo-bupati-karanganyar/feed/ 0
Idul Adha: Revolusi Spiritual yang Meruntuhkan Sekat Sosial dan Menyembelih Ego https://fokusinews.com/idul-adha-revolusi-spiritual-yang-meruntuhkan-sekat-sosial-dan-menyembelih-ego/ https://fokusinews.com/idul-adha-revolusi-spiritual-yang-meruntuhkan-sekat-sosial-dan-menyembelih-ego/#respond Mon, 25 May 2026 22:56:56 +0000 https://fokusinews.com/?p=9397 OPINI Oleh: Budi Setiap tahun, ketika gema takbir berkumandang di pagi hari raya Idul Adha, […]

Artikel Idul Adha: Revolusi Spiritual yang Meruntuhkan Sekat Sosial dan Menyembelih Ego pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
OPINI

Oleh: Budi

Setiap tahun, ketika gema takbir berkumandang di pagi hari raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia tidak hanya merayakan kemenangan iman, tetapi juga mengulang kembali sebuah narasi besar tentang keteladanan, pengorbanan, dan transformasi sosial. Idul Adha bukan sekadar hari raya daging atau ritual pemotongan hewan semata. Ia adalah momentum spiritual yang secara konsisten menyoroti tiga esensi utama: keteladanan ketaatan, solidaritas sosial, dan evaluasi spiritualitas pribadi. Dalam konteks kekinian, ketiga pilar ini harus dipahami bukan sebagai konsep abstrak, melainkan sebagai panggilan nyata untuk merevolusi cara kita beragama, berbagi, dan menjadi manusia.

1. Solidaritas Sosial: Jembatan Pemerataan Rezeki yang Nyata

Di tengah kesenjangan ekonomi yang kian melebar, Idul Adha hadir sebagai jembatan pemerataan rezeki yang paling konkret. Daging kurban yang didistribusikan kepada kelompok dhuafa bukan lagi sekadar ritual tahunan yang bersifat simbolis, melainkan wujud nyata dari kebahagiaan bersama dan kepedulian kolektif. Ini adalah momen di mana sekat-sekat kelas sosial—yang sering kali kaku dalam kehidupan sehari-hari—runtuh oleh aroma daging yang dibagikan dengan tulus.

Dalam tradisi kurban, tidak ada diskriminasi berdasarkan status, jabatan, atau kekayaan. Yang menerima adalah mereka yang membutuhkan; yang memberi adalah mereka yang mampu. Proses ini menciptakan ekosistem keberkahan di mana harta tidak menumpuk di satu tangan, melainkan mengalir seperti darah kehidupan ke tubuh masyarakat yang lebih luas. Dengan demikian, Idul Adha menjadi bukti bahwa agama bukan hanya urusan vertikal antara hamba dan Tuhan, tetapi juga horizontal antar manusia. Ia mengajarkan bahwa kemakmuran sejati tercapai ketika kebahagiaan dirasakan bersama, bukan dinikmati sendiri.

2. Kritik Sosial: Kurban Bukan Sisa Harta, Tapi Bukti Cinta

Namun, di balik keindahan solidaritas tersebut, terdapat kritik sosial yang perlu direnungkan: banyak orang menganggap kurban hanya bisa dilakukan oleh mereka yang “kelebihan” harta. Pandangan ini keliru. Esensi berkurban sesungguhnya bukan terletak pada besaran nominal, melainkan pada prioritas dan keikhlasan.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa justru orang-orang dengan ekonomi terbatas sering kali menjadi pihak yang paling gigih menyisihkan uang untuk membeli hewan kurban. Mereka rela menahan kebutuhan sekunder, bahkan primer, demi memenuhi panggilan ilahi. Ini membuktikan bahwa kurban adalah bukti cinta, bukan sisa-sisa harta. Ketika seseorang memilih untuk berkurban meski hidupnya pas-pasan, ia sedang menyatakan bahwa Allah dan sesama manusia lebih penting daripada kenyamanan pribadinya.

Sebaliknya, bagi mereka yang berkelimpahan, kurban seharusnya menjadi ujian integritas: apakah kita benar-benar ikhlas melepaskan sebagian harta demi kebaikan bersama, atau hanya menjalankan kewajiban tanpa hati? Idul Adha mengingatkan kita bahwa nilai sebuah kurban tidak diukur dari berat dagingnya, melainkan dari kedalaman pengorbanan hati yang menyertainya.

3. Keteladanan Nabi Ibrahim: Menyembelih Ego Demi Takwa Tertinggi

Esensi ketiga, dan mungkin yang paling mendalam, adalah keteladanan Nabi Ibrahim AS. Peristiwa penyembelihan Ismail bukanlah cerita tentang kekerasan, melainkan tentang totalitas iman dan penyerahan diri mutlak kepada Tuhan. Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan apa yang paling dicintainya—putra tunggalnya—karena ia memahami bahwa cinta kepada Tuhan harus mendahului segala bentuk cinta duniawi.

Dalam konteks modern, “Ismail” yang harus disembelih bukan lagi anak fisik, melainkan ego, nafsu, dan sifat-sifat hewani yang bersarang dalam diri manusia: kesombongan, kecintaan berlebihan pada harta, dendam, iri hati, dan individualisme. Idul Adha mengajak setiap individu untuk melakukan introspeksi radikal: Apa yang selama ini kita sembah selain Allah? Apakah jabatan? Popularitas? Kenyamanan? Ataukah kita telah menjadikan diri kita sendiri sebagai tuhan kecil?

Dengan menyembelih “hewan-hewan” internal ini, manusia mencapai tingkat ketakwaan tertinggi—di mana ia tidak lagi diperbudak oleh hawa nafsu, tetapi dipimpin oleh kesadaran spiritual yang jernih. Inilah revolusi spiritual yang dimaksud: perubahan dari manusia yang egois menjadi manusia yang tunduk, rendah hati, dan penuh kasih.

Kesimpulan: Idul Adha Sebagai Momentum Transformasi

Secara keseluruhan, Hari Raya Idul Adha adalah momentum transformasi spiritual yang berdampak sosial. Ia mengubah ritual penyembelihan hewan menjadi revolusi kepedulian yang mempererat persaudaraan umat. Melalui keteladanan Nabi Ibrahim, kita belajar untuk melepaskan ego. Melalui solidaritas sosial, kita belajar untuk meruntuhkan sekat kesenjangan. Dan melalui evaluasi spiritual, kita belajar untuk terus-menerus memperbaiki diri.

Idul Adha bukan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari komitmen baru: untuk hidup lebih adil, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Tuhan. Mari jadikan setiap tetes darah kurban sebagai saksi bahwa kita telah berusaha—meski belum sempurna—untuk menjadi manusia yang lebih baik. Karena pada akhirnya, yang diterima Allah bukanlah daging atau darah, melainkan ketakwaan dan keikhlasan hati.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H. Semoga kurban kita menjadi jembatan menuju peradaban yang lebih manusiawi, adil, dan penuh rahmat.

Artikel Idul Adha: Revolusi Spiritual yang Meruntuhkan Sekat Sosial dan Menyembelih Ego pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
https://fokusinews.com/idul-adha-revolusi-spiritual-yang-meruntuhkan-sekat-sosial-dan-menyembelih-ego/feed/ 0
DPD Juleha Surakarta Gelar Apel Siaga Iedul Adha 1447 H “Sangu Njagal 2” di Masjid Agung Surakarta https://fokusinews.com/dpd-juleha-surakarta-gelar-apel-siaga-iedul-adha-1447-h-sangu-njagal-2-di-masjid-agung-surakarta/ https://fokusinews.com/dpd-juleha-surakarta-gelar-apel-siaga-iedul-adha-1447-h-sangu-njagal-2-di-masjid-agung-surakarta/#respond Sun, 24 May 2026 15:41:50 +0000 https://fokusinews.com/?p=9327 SURAKARTA, fokusinews .com– Dalam rangka memastikan pelaksanaan ibadah qurban yang sesuai syariat dan higienis menjelang […]

Artikel DPD Juleha Surakarta Gelar Apel Siaga Iedul Adha 1447 H “Sangu Njagal 2” di Masjid Agung Surakarta pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
SURAKARTA, fokusinews .com– Dalam rangka memastikan pelaksanaan ibadah qurban yang sesuai syariat dan higienis menjelang Idul Adha 1447 H, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (Juleha) Kota Surakarta bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menggelar Apel Siaga Iedul Adha bertajuk “Sangu Njagal 2”. Acara ini berlangsung khidmat di area Masjid Agung Surakarta, Kawasan Keraton Kasunanan Surakarta, pada Minggu (24/5/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB ini dihadiri oleh sekitar 400 peserta. Menariknya, acara ini berhasil menyatukan berbagai elemen organisasi kemasyarakatan Islam di Solo Raya, termasuk Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), dan Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA). Kehadiran lintas golongan ini menunjukkan semangat ukhuwah islamiyah yang kuat dalam mempersiapkan hari raya kurban.

Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, turut hadir dan memberikan sambutan penting terkait aspek lingkungan. Dalam arahannya, Walikota menekankan pentingnya kebersihan dan pengelolaan limbah pasca penyembelihan.

“Kita harus peduli pada semesta agar lingkungan tetap terjaga. Pastikan proses penyembelihan dilakukan jauh dari saluran air agar tidak terjadi pencemaran. Limbah padat dan cair harus dipisahkan dengan baik,” ujar Respati Achmad Ardianto. Ia berharap panitia qurban di seluruh wilayah Surakarta dapat mengelola kotoran dan sampah hasil pemotongan hewan secara bertanggung jawab.

Pembekalan Teori dan Praktek Menyembelih

Pembekalan ilmu oleh DPD Juleha

Ketua DPD Juleha Surakarta, Ustadz Muhammad Jamuri, menjelaskan bahwa kegiatan menyembelih hewan qurban merupakan titik kritis antara halal dan haram.

“Hewan yang tadinya halal bisa menjadi haram jika terjadi kesalahan dalam proses penyembelihan, baik dari segi teknis maupun niat,” tegas Ustadz Jamuri. Oleh karena itu, pembekalan dalam acara “Sangu Njagal 2” ini mencakup teori dan praktek langsung. Materi yang diberikan meliputi ilmu fiqih penyembelihan, teknik mengasah bilah agar alat sembelih tajam (syarat sah), teknik penyembelihan yang sesuai syar’i, cara menali hewan qurban dengan aman, hingga manajemen pengelolaan limbah.

Ikrar Juru Sembelih Sebagai Pegangan Amanah

Pembacaan Ikrar

Sebagai puncak komitmen para juru sembelih, dibacakan Ikrar Apel Siaga Iedul Adha 1447 H. Ikrar ini berisi lima poin utama yang menjadi pegangan dalam menjalankan tugas, yaitu:
1. Menjalankan amanah penyelenggaraan qurban dengan ikhlas, jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
2. Menjaga syariat Islam dalam seluruh proses penyembelihan dan pengelolaan hewan qurban.
3. Mengutamakan kesejahteraan hewan (animal welfare) dengan perlakuan baik sebelum, saat, dan sesudah penyembelihan.
4. Menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban, dan kesehatan lingkungan selama pelaksanaan ibadah qurban.
5. Mengedepankan ukhuwah, kerja sama, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terwujudnya qurban yang berkah.

“Ikrar ini kami bacakan agar menjadi pengingat dan pedoman bagi setiap juleha dalam bertugas. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita,” tambah Ustadz Muhammad Jamuri.

Acara ditutup dengan suasana keakraban melalui pembagian door prize menarik bagi peserta, sekaligus sebagai apresiasi atas antusiasme ratusan juru sembelih yang telah siap siaga melayani umat menjelang Idul Adha 1447 H. Dengan adanya kegiatan seperti “Sangu Njagal 2”, diharapkan daging qurban yang didistribusikan kepada masyarakat Surakarta benar-benar halal, thayyib, dan proses pelaksanaannya ramah lingkungan.

Artikel DPD Juleha Surakarta Gelar Apel Siaga Iedul Adha 1447 H “Sangu Njagal 2” di Masjid Agung Surakarta pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
https://fokusinews.com/dpd-juleha-surakarta-gelar-apel-siaga-iedul-adha-1447-h-sangu-njagal-2-di-masjid-agung-surakarta/feed/ 0
Ratusan Warga Se-Soloraya Meditasi Bareng Wali Kota Respati di Loji Gandrung https://fokusinews.com/ratusan-warga-se-soloraya-meditasi-bareng-wali-kota-respati-di-loji-gandrung/ https://fokusinews.com/ratusan-warga-se-soloraya-meditasi-bareng-wali-kota-respati-di-loji-gandrung/#respond Fri, 22 May 2026 06:56:26 +0000 https://fokusinews.com/?p=9159 SURAKARTA, fokusinews.com – Di tengah hiruk-pikuk persaingan hidup dan tuntutan kebutuhan yang semakin kompetitif, ratusan […]

Artikel Ratusan Warga Se-Soloraya Meditasi Bareng Wali Kota Respati di Loji Gandrung pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
SURAKARTA, fokusinews.com – Di tengah hiruk-pikuk persaingan hidup dan tuntutan kebutuhan yang semakin kompetitif, ratusan warga memilih hening. Mereka memadati pendopo Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Surakarta, pada Kamis malam (21/5/2026) untuk mengikuti Meditasi Bareng Mas Wali bersama Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto.

Kegiatan yang digagas oleh FORMASI (Forum Meditasi Indonesia) ini berlangsung dari pukul 20.00 hingga 22.30 WIB. Tak hanya diikuti warga Kota Solo, peserta juga datang dari Karanganyar, Sragen, Boyolali, Klaten, dan Wonogiri—yang dikenal dengan kawasan Soloraya.

Antusiasme peserta sangat tinggi, ditandai dengan jumlah kehadiran yang mencapai ratusan orang. Mereka duduk dengan khidmat di atas alas tipis, dipandu langsung oleh Ketua FORMASI, Bapak Barata Sena.

Dalam arahannya, Barata Sena memaparkan tiga tujuan utama meditasi:

1. Meningkatkan fokus dan kesadaran dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
2. Mengelola emosi lebih terampil (emotional management), sehingga tidak mudah terprovokasi.
3. Berpikir lebih bijaksana dalam menyikapi kejadian hidup apa pun, tidak sempit dan tidak reaktif.

“Kita hidup di zaman yang serba cepat dan kompetitif. Meditasi ini melatih kita untuk tidak kehilangan diri sendiri. Menjadi manusia yang lebih baik, bukan hanya sukses secara materi, tapi juga jernih secara batin,” ujar Barata Sena di tengah sesi.

Yang menarik, peserta hadir dari berbagai kalangan, profesi, hingga lintas agama. Tak ada sekat di ruang meditasi itu. Semua duduk sama rendah, merasakan getaran ketenangan yang sama.

Peserta Meditasi

Sebelum acara ditutup, panitia menyediakan sesi sharing kehidupan per individu. Dalam suasana yang hangat dan penuh empati, para peserta bergantian berbagi kisah hidup—mulai dari tekanan pekerjaan, dinamika keluarga, hingga kegelisahan menghadapi masa depan. “Tujuannya agar menjadi pembelajaran bersama. Dari cerita orang lain, kita bisa mengambil hikmah,” kata salah satu panitia.

Kegiatan meditasi bersama ini tercatat sebagai pelaksanaan yang ketiga kalinya. FORMASI memastikan agenda serupa akan rutin digelar setiap Kamis Pon di lokasi yang sama.

Di akhir acara, Wali Kota Respati yang turut hadir dan bermeditasi bersama warga menyampaikan kesannya. “Saya merasakan sendiri bagaimana hening bisa menjadi kekuatan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut, dan kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik di tengah kerasnya persaingan zaman,” tuturnya.

Acara ditutup dengan hening sejenak, lalu saling bersalaman dari ratusan peserta yang tampak lebih ringan dan tenang setelah dua setengah jam berlatih kesadaran penuh.

Artikel Ratusan Warga Se-Soloraya Meditasi Bareng Wali Kota Respati di Loji Gandrung pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
https://fokusinews.com/ratusan-warga-se-soloraya-meditasi-bareng-wali-kota-respati-di-loji-gandrung/feed/ 0
Pagelaran “Semarak Budaya Indonesia” Resmi Berakhir, Ribuan Generasi Muda Tunjukkan Antusiasme Tinggi https://fokusinews.com/pagelaran-semarak-budaya-indonesia-resmi-berakhir-ribuan-generasi-muda-tunjukkan-antusiasme-tinggi/ https://fokusinews.com/pagelaran-semarak-budaya-indonesia-resmi-berakhir-ribuan-generasi-muda-tunjukkan-antusiasme-tinggi/#respond Sat, 09 May 2026 22:59:02 +0000 https://fokusinews.com/?p=8219 Surakarta , fokusinews.com – Pagelaran seni bertajuk “Semarak Budaya Indonesia” yang berlangsung selama dua hari, […]

Artikel Pagelaran “Semarak Budaya Indonesia” Resmi Berakhir, Ribuan Generasi Muda Tunjukkan Antusiasme Tinggi pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Surakarta , fokusinews.com – Pagelaran seni bertajuk “Semarak Budaya Indonesia” yang berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, di Halaman Balaikota Surakarta resmi ditutup pada Sabtu malam. Penutupan kegiatan yang mengusung tema Swarna Bumi Bahari ini dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.

Dalam sambutannya, Astrid menyampaikan bahwa pagelaran yang memasuki penyelenggaraan ke-13 oleh Pemerintah Kota Surakarta ini merupakan wujud nyata dan konsistensi dalam pelestarian seni dan budaya Indonesia. “Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi para pekerja seni sekaligus upaya menumbuhkan rasa cinta seni dan budaya Indonesia di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Pertunjukan Seni

Ketua Panitia, Apriza Rizaldi Naim, melaporkan bahwa pagelaran tahun ini diikuti oleh 27 sanggar seni dari berbagai daerah di Indonesia. Daerah-daerah tersebut meliputi Aceh, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Pada hari pertama, 14 sanggar seni tampil memukau pengunjung, disusul 13 sanggar seni pada hari kedua.

Salah satu peserta yang turut meramaikan kegiatan ini adalah Sanggar Seni Pelangi Ngesthi Budaya yang berasal dari Kabupaten Karanganyar. Kehadiran para pekerja seni dari Karanganyar ini menambah semarak dan keberagaman sajian budaya dalam pagelaran tersebut.

Pagelaran yang berlangsung meriah ini terbilang sukses besar. Ribuan generasi muda dari dalam dan luar Kota Solo tampak memadati area Halaman Balaikota. Mereka sangat antusias dan tidak beranjak dari tempat duduknya hingga menit-menit terakhir pertunjukan usai.

Suasana penonton

Menyaksikan tingginya antusiasme masyarakat, terutama generasi muda, pagelaran Seni Semarak Budaya Indonesia dipastikan akan senantiasa dinantikan kehadirannya di tahun-tahun mendatang.

Artikel Pagelaran “Semarak Budaya Indonesia” Resmi Berakhir, Ribuan Generasi Muda Tunjukkan Antusiasme Tinggi pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
https://fokusinews.com/pagelaran-semarak-budaya-indonesia-resmi-berakhir-ribuan-generasi-muda-tunjukkan-antusiasme-tinggi/feed/ 0
GIM Gelar RAT dan Halal Bihalal di Monumen Ibu Tien Jaten, Teguhkan Semangat Nasionalisme dan Kebersamaan https://fokusinews.com/gim-gelar-rat-dan-halal-bihalal-di-monumen-ibu-tien-jaten-teguhkan-semangat-nasionalisme-dan-kebersamaan/ https://fokusinews.com/gim-gelar-rat-dan-halal-bihalal-di-monumen-ibu-tien-jaten-teguhkan-semangat-nasionalisme-dan-kebersamaan/#respond Tue, 14 Apr 2026 13:59:59 +0000 https://fokusinews.com/?p=5684 Karanganyar, fokusinews.com – Giri Bangun Indonesia Maju (GIM) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi GIM […]

Artikel GIM Gelar RAT dan Halal Bihalal di Monumen Ibu Tien Jaten, Teguhkan Semangat Nasionalisme dan Kebersamaan pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Karanganyar, fokusinews.com – Giri Bangun Indonesia Maju (GIM) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi GIM dan Halal Bihalal pada Selasa, 14 April 2026, bertempat di Monumen Ibu Tien Soeharto Jaten Karanganyar.

Kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB atau bakda Ashar, dan berlangsung dengan penuh khidmat sekaligus meriah.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menghadirkan nuansa nasionalisme di tengah seluruh peserta yang hadir.

Bertindak sebagai Ketua Umum Pelaksana, Bapak Teguh Haryono, SH, memimpin jalannya kegiatan dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini merupakan salah satu wujud penghormatan kepada Almarhum HM.  Soeharto dalam mewujudkan cita-cita beliau menjadikan Indonesia sebagai negara yang adil dan makmur. Ia juga menegaskan bahwa dalam menjawab tantangan ke depan, GIM dituntut untuk terus berkembang dengan memenuhi kebutuhan para anggotanya.

Anggota GIM

“GIM harus mampu menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan anggota, seperti kegiatan koperasi dan pengajian. Dengan begitu, anggota akan semakin dekat dan solid dengan organisasi,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan anggota dari wilayah Soloraya dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Suasana semakin semarak dengan kehadiran komunitas UMKM yang turut menjajakan berbagai produk unggulan mereka di sekitar lokasi acara.

Selain agenda organisasi, acara juga diisi dengan tausiah yang dipimpin oleh Ustadz Abdullah. Dalam tausiahnya, ia menekankan filosofi Jawa “Urip kui Urup” yang bermakna bahwa hidup harus mampu memberi manfaat, menjadi terang, serta menghadirkan kebaikan bagi orang lain dan lingkungan sekitar.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan saling bersalaman dan bermaaf-maafan sebagai simbol mempererat tali silaturahmi serta memperkuat persaudaraan antaranggota GIM.
Melalui kegiatan RAT dan Halal Bihalal ini, GIM berharap dapat terus memperkokoh semangat kebersamaan, nasionalisme, dan pengabdian demi kemajuan organisasi serta kesejahteraan anggotanya.

Artikel GIM Gelar RAT dan Halal Bihalal di Monumen Ibu Tien Jaten, Teguhkan Semangat Nasionalisme dan Kebersamaan pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
https://fokusinews.com/gim-gelar-rat-dan-halal-bihalal-di-monumen-ibu-tien-jaten-teguhkan-semangat-nasionalisme-dan-kebersamaan/feed/ 0
Rakorda Jateng Bersatu Perdana Digelar, Febry Feri Farianto Terpilih sebagai Ketua https://fokusinews.com/rakorda-jateng-bersatu-perdana-digelar-febry-feri-farianto-terpilih-sebagai-ketua/ https://fokusinews.com/rakorda-jateng-bersatu-perdana-digelar-febry-feri-farianto-terpilih-sebagai-ketua/#respond Sun, 12 Apr 2026 07:56:49 +0000 https://fokusinews.com/?p=5424 Semarang , fokusinews.com – Suasana khidmat menyelimuti Hotel Grasia Convention, Semarang, pada Sabtu sore (11/4/2026), […]

Artikel Rakorda Jateng Bersatu Perdana Digelar, Febry Feri Farianto Terpilih sebagai Ketua pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Semarang , fokusinews.com – Suasana khidmat menyelimuti Hotel Grasia Convention, Semarang, pada Sabtu sore (11/4/2026), saat hujan deras mengguyur kota sejak sore hingga malam tiba. Di tengah cuaca yang kurang bersahabat tersebut, sebanyak 149 peserta yang mewakili 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah berkumpul untuk mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) sekaligus kopi darat perdana Organisasi Masyarakat (ORMAS) Jateng Bersatu.

Selama ini, interaksi antar anggota hanya terjalin melalui grup WhatsApp. Kegiatan tatap muka pertama ini dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rakorda ini bertujuan utama meningkatkan kesejahteraan warga Jawa Tengah serta menyamakan persepsi anggota dalam rangka mencapai visi-misi organisasi.

Puncak acara Rakorda perdana tersebut adalah penyusunan kepengurusan Jateng Bersatu. Melalui mekanisme aklamasi, Bapak Febry Feri Farianto, SE, resmi terpilih sebagai Ketua untuk masa bakti 2026–2030. Ia didampingi oleh Bapak Afief Yulianto, A.Md, S.Pd, sebagai Sekretaris Jenderal.

Peserta RAKORDA

Dengan terbentuknya kepengurusan pusat, organisasi akan segera membentuk kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota secara bertahap. Saat ini, tiga program prioritas telah disepakati, yaitu penguatan UMKM, peduli sosial, serta pelestarian budaya lokal.

Kegiatan Rakorda yang berlangsung hingga pukul 18.00 WIB itu ditutup dengan kesepakatan untuk menggelar Rakorda setiap tahun secara bergantian di berbagai kota/kabupaten di Jawa Tengah. “Ini awal dari gerakan kolektif untuk Jateng yang lebih sejahtera dan berbudaya,” ujar Ketua terpilih, Febry Feri Farianto.

Artikel Rakorda Jateng Bersatu Perdana Digelar, Febry Feri Farianto Terpilih sebagai Ketua pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
https://fokusinews.com/rakorda-jateng-bersatu-perdana-digelar-febry-feri-farianto-terpilih-sebagai-ketua/feed/ 0
Haul Pertama KH. Muhammad Sami’an Ali Digelar Khidmat, Dihadiri Ratusan Jamaah https://fokusinews.com/haul-pertama-kh-muhammad-samian-ali-digelar-khidmat-dihadiri-ratusan-jamaah/ https://fokusinews.com/haul-pertama-kh-muhammad-samian-ali-digelar-khidmat-dihadiri-ratusan-jamaah/#respond Tue, 07 Apr 2026 00:48:15 +0000 https://fokusinews.com/?p=4942 Karanganyar ,  Fokusinews.com– Yayasan Pondok Pesantren Darut Tholibin Bangsri, Karangpandan, Karanganyar, menggelar haul pertama KH. […]

Artikel Haul Pertama KH. Muhammad Sami’an Ali Digelar Khidmat, Dihadiri Ratusan Jamaah pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
Karanganyar ,  Fokusinews.com– Yayasan Pondok Pesantren Darut Tholibin Bangsri, Karangpandan, Karanganyar, menggelar haul pertama KH. Muhammad Sami’an Ali pada Senin malam, 6 April 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri sekitar 500 jamaah dari Solo dan wilayah Karanganyar sekitarnya.

KH. Muhammad Sami’an Ali dikenal sebagai muasis Pondok Pesantren ILYAS Tegalarum, Karanganyar, sekaligus A’wan Pondok Pesantren Darut Tholibin Bangsri Karangpandan.

Rangkaian acara dimulai ba’da Isya dan dimeriahkan dengan iringan hadrah dari grup HAMAS Sroyo. Alunan shalawat yang dibawakan secara kompak membuat suasana sholawatan semakin khusyuk dan penuh kekhidmatan.

Dalam sambutannya, Gus Norman Natsir yang mewakili keluarga dan pengurus yayasan KH. Muhammad Sami’an Ali menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jamaah yang hadir.

“Semoga kehadiran dan doa dari para jamaah menjadi amal jariyah bagi almarhum dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Gus Norman.

Puncak acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan dzikir yang dipimpin oleh KH. Agus Maulana, pengasuh Pondok Pesantren Al Muhsinin Cukir, Tebuireng, Jombang. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti seluruh ruangan saat lantunan doa dipanjatkan untuk almarhum.

Menyambung rangkaian haul, Habib Muhammad bin Yahya Baraghbah menyampaikan mauidhoh hasanah tentang pentingnya mendoakan orang tua yang telah meninggal serta adab yang baik terhadap orang tua yang masih hidup. Habib Muhammad menekankan bahwa salah satu cara memperbaiki adab adalah dengan menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

“Puasa mendidik kita tentang kesabaran dan kebersamaan, juga menumbuhkan kepedulian sosial,” tutur Habib Muhammad.

 

Acara haul ditutup dengan doa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan ziarah kubur ke makam KH. Muhammad Sami’an Ali. Seluruh jamaah tampak tertib dan penuh penghormatan dalam setiap rangkaian kegiatan.

Dengan terselenggaranya haul pertama ini, keluarga besar dan para santri berharap agar perjuangan serta keteladanan KH. Muhammad Sami’an Ali senantiasa menjadi penerang jalan bagi generasi penerus.

Artikel Haul Pertama KH. Muhammad Sami’an Ali Digelar Khidmat, Dihadiri Ratusan Jamaah pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
https://fokusinews.com/haul-pertama-kh-muhammad-samian-ali-digelar-khidmat-dihadiri-ratusan-jamaah/feed/ 0
FORMADES Bagikan 300 Takjil Gratis di Jalan Solo-Tawangmangu, Warga Antusias Sambut Berkah Ramadan https://fokusinews.com/formades-bagikan-300-takjil-gratis-di-jalan-solo-tawangmangu-warga-antusias-sambut-berkah-ramadan/ https://fokusinews.com/formades-bagikan-300-takjil-gratis-di-jalan-solo-tawangmangu-warga-antusias-sambut-berkah-ramadan/#respond Sun, 15 Mar 2026 14:58:33 +0000 https://fokusinews.com/?p=3752 KARANGANYAR , Fokusinews.com – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Forum Membangun […]

Artikel FORMADES Bagikan 300 Takjil Gratis di Jalan Solo-Tawangmangu, Warga Antusias Sambut Berkah Ramadan pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
KARANGANYAR , Fokusinews.com – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Forum Membangun Desa (FORMADES). Pada hari Minggu, 15 Maret 2026, organisasi kepemudaan yang fokus pada pengabdian masyarakat ini menggelar aksi sosial pembagian takjil gratis di kawasan Jalan Solo-Tawangmagu, tepatnya di wilayah Papahan, Karanganyar.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.30 WIB tersebut berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Puluhan pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki yang melintas di jalur utama penghubung Solo dengan kawasan wisata Tawangmangu itu tampak antusias menerima paket takjil yang dibagikan oleh para relawan FORMADES.

Bapak Teguh Kuncoro selaku Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa dalam kegiatan kali ini, pihaknya menyediakan sekitar 300 bungkus takjil. Pembagian dilakukan secara langsung di pinggir jalan untuk menjangkau masyarakat yang masih dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

“Alhamdulillah, kami menyediakan sekitar 300 an bungkus takjil. Ini adalah wujud kepedulian dan komitmen FORMADES untuk terus bergerak mengabdi kepada masyarakat, khususnya di bulan yang penuh berkah ini,” ujar Teguh di sela-sela kegiatan.

Aksi Sosial FORMADES

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bagian dari program rutin FORMADES selama bulan Ramadan. Pihaknya ingin memastikan bahwa para pengguna jalan yang mungkin belum sempat menyiapkan hidangan berbuka tetap bisa menikmati takjil saat azan Magrib berkumandang.

Kegiatan tersebut mendapatkan sambutan hangat dari warga Karanganyar. Salah seorang pengendara, Rudi (34), mengaku senang dengan adanya aksi sosial ini. “Lumayan untuk berbuka puasa. Apalagi tadi kebetulan macet, jadi takut telat sampai rumah. Terima kasih FORMADES, semoga berkah,” tuturnya.

FORMADES berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depannya, organisasi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan ini berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan semua pihak yang memiliki visi yang sama dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

“Dengan kebersamaan dan sinergi, kami yakin kita bisa memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Semoga apa yang kami lakukan hari ini menjadi amal jariyah bagi kita semua,” pungkas Teguh.

Artikel FORMADES Bagikan 300 Takjil Gratis di Jalan Solo-Tawangmangu, Warga Antusias Sambut Berkah Ramadan pertama kali tampil pada FokusiNews.

]]>
https://fokusinews.com/formades-bagikan-300-takjil-gratis-di-jalan-solo-tawangmangu-warga-antusias-sambut-berkah-ramadan/feed/ 0