Serui, fokusinews.com — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) II Pemuda Adat Suku Yawa Onate yang dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Mei 2026, panitia pelaksana memastikan seluruh persiapan kegiatan telah rampung dilakukan di LPP RRI Serui.
Ketua Panitia Pelaksana Mubes II Pemuda Adat Suku Yawa Onate, Loeis D Nenepat, mengatakan kesiapan pelaksanaan kegiatan baik secara teknis maupun nonteknis telah diselesaikan menjelang H-1 kegiatan.
“Menjelang H-1 ini, segala kesiapan untuk pelaksanaan Mubes II Pemuda Yawa Onate sudah siap dilaksanakan,” ujar Loeis D. Nenepat kepada media saat ditemui di halaman LPP RRI Serui, Kamis (14/05/2026)
Menurut Loeis, pelaksanaan Mubes tahun ini tidak hanya menjadi ruang konsolidasi dan musyawarah pemuda adat, tetapi juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang melibatkan banyak pihak.
Berbagai layanan publik dan kegiatan sosial disiapkan untuk masyarakat yang hadir selama pelaksanaan Mubes berlangsung.
Di antaranya pelayanan kesehatan gratis, layanan administrasi kependudukan “Jebol” dari Dinas Dukcapil, pasar murah, pembagian seribu gelas kopi gratis, hingga pos layanan pengaduan dan pengecekan data kepemiluan dari Bawaslu Kepulauan Yapen.
Pantauan di lokasi kegiatan menunjukkan panitia masih melakukan sejumlah pembenahan akhir, mulai dari penataan area kegiatan, pemasangan perlengkapan acara, hingga koordinasi teknis bersama pihak-pihak pendukung kegiatan.
Suasana persiapan di Gedung RRI Serui terlihat semakin intens menjelang pembukaan Mubes yang diperkirakan akan dihadiri ratusan peserta dari berbagai marga wilayah adat Suku Yawa Onate, maupun para tamu undangan lainnya.
Panitia berharap pelaksanaan Mubes II Pemuda Adat Suku Yawa Onate dapat berjalan lancar dan menjadi momentum memperkuat solidaritas pemuda adat dalam mendukung pembangunan daerah.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan kekeluargaan serta menjaga nilai persatuan di tengah masyarakat adat Yawa Onate yang terdiri dari 119 marga di Tanah Yapen.
“Mubes ini bukan hanya tentang organisasi, tetapi juga tentang persatuan, kebersamaan, dan semangat pemuda adat dalam membangun daerah,” tutup Loeis.






