Masjid Sebagai Pusat Peradaban: Wabup Karanganyar H. Adhe Eliana Beri Kultum di Masjid Agung Madaniyah

Daerah

Karanganyar, 5 Maret 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Agung Madaniah, Karanganyar, pada Kamis malam (5/3/2026). Pelaksanaan sholat Tarawih di malam ke-15 Ramadhan 1447 H ini berlangsung istimewa dengan kehadiran Wakil Bupati Karanganyar, H. Adhe Eliana.

Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Karanganyar tersebut mendapat sambutan antusias dari jamaah. Dalam kesempatan itu, H. Ade Eliana menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) yang mengangkat tema sentral, yakni “Masjid Sebagai Pusat Peradaban”. Sekitar 1000 an jamaah yang memenuhi saf-saf masjid tampak menyimak dengan saksama tausiyah yang disampaikan oleh Wabup.

Dalam ceramahnya, H. Ade Eliana menekankan pentingnya kesungguhan dalam beribadah di bulan suci ini. Ia menyebut bahwa momentum puasa dan sholat berjamaah, khususnya sholat Tarawih, merupakan sarana efektif untuk memperbaiki karakter dan adab dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Puasa Ramadhan mengajarkan kita untuk mengendalikan amarah yang berlebihan. Ini sangat penting di tengah situasi saat ini. Dengan terkendalinya emosi, kita dapat memelihara ketentraman di kehidupan sosial,” ujar H. Adhe Eliana di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti tantangan era digital yang kian kompleks. Wabup mengingatkan jamaah akan pengaruh media sosial yang menyebarkan berita begitu cepat. Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa melakukan tabayun atau konfirmasi terlebih dahulu dalam menyikapi berita negatif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Puasa juga mendidik kita untuk disiplin, mulai dari bangun pagi untuk sahur hingga waktu berbuka.

Jamaah Sholat Tarawih

Ini membutuhkan kesadaran penuh bahwa ibadah puasa kita lakukan semata-mata karena Allah SWT” tambahnya.

Dalam kesempatan yang penuh berkah itu, Wabup Karanganyar juga memaparkan tiga golongan doa yang tidak akan tertolak oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam hadits, yaitu:

1. Doa orang yang terzalimi.
2. Doa orang tua kepada anaknya.
3. Doa orang yang berpuasa hingga waktu berbuka.

Di akhir kultumnya, H. Adhe Eliana menyampaikan pesan khusus kepada seluruh warga Karanganyar. Ia memohon doa restu agar para pemimpin, mulai dari tingkat desa, Bupati, Gubernur, hingga Presiden, dapat menjalankan roda pemerintahan dengan baik dan amanah.

“Tujuan kami para pemimpin tidak lain adalah agar rakyat sejahtera. Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mendoakan Kabupaten Karanganyar agar tetap tentram, damai, dan diberikan keberkahan,” pungkasnya.

“Mari kita peduli terhadap Karanganyar agar menjadi lebih baik. Aamiin,” tutup H. Adhe Eliana yang kemudian disambut amin khusyuk dari ribuan jamaah yang hadir.

Suasana kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat di Masjid Agung Madaniah malam itu menjadi cerminan nyata bagaimana masjid dapat berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan peradaban umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *