Serui, fokusinews.com — Di tengah riuh sorak dukungan untuk Persipura Jayapura yang berhadapan dengan Adhyaksa FC, Bawaslu Kepulauan Yapen justru memainkan strategi berbeda: membawa demokrasi turun langsung ke tengah rakyat.
Bukan di ruang seminar. Bukan di hotel mewah. Tetapi di halaman kantor Bawaslu sendiri, di Jalan Transito Serui, Jumat malam (8/5/2026), saat masyarakat larut dalam euforia sepak bola Papua.
Puluhan warga dari berbagai kalangan memadati lokasi nonton bareng (nobar) yang digagas Bawaslu Yapen bersama sejumlah media lokal. Namun kegiatan itu tidak berhenti pada urusan layar besar dan pertandingan sepak bola semata.
Di sela sorak-sorai penonton, Bawaslu menyisipkan edukasi demokrasi, diskusi kepemiluan, hingga kuis interaktif yang membuat masyarakat terlibat aktif tanpa merasa sedang “digurui”.
Penanggung jawab kegiatan, Yance Semboari, menyebut kegiatan tersebut lahir dari semangat kebersamaan antara Bawaslu dan media yang selama ini aktif membersamai kerja-kerja pengawasan demokrasi di Kepulauan Yapen.
“Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas bersama media seperti SeruiPos.com, KabarSaireri.com, dan Fokusinews.com sebagai ajang silaturahmi sekaligus temu bersama,” ujarnya.
Menurutnya, suksesnya kegiatan juga tidak lepas dari dukungan komunitas suporter The Maczman Korwil Yapen yang menghadirkan nyanyian dan musik penyemangat, serta dukungan dari PT Coconet Lintas Network.
Ketua Bawaslu Kepulauan Yapen, Herold M Jandeday, menegaskan bahwa nobar tersebut menjadi ruang konsolidasi demokrasi yang lebih cair dan dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, setiap momentum kebersamaan dapat dimanfaatkan untuk membangun kesadaran publik terkait isu-isu kepemiluan dan demokrasi.
“Ini kesempatan baik bagi Bawaslu untuk melakukan konsolidasi demokrasi terkait isu-isu kepemiluan di setiap sesi dan momentum yang ada,” katanya.
Pernyataan itu menegaskan satu hal penting: Bawaslu tidak ingin hanya muncul ketika tahapan pemilu dimulai. Lembaga pengawas pemilu itu ingin hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari ruang sosial rakyat sehari-hari.
Gagasan kegiatan ini dipelopori oleh Anggota Bawaslu Kepulauan Yapen, Hofni Y Mandripon. Ia menyebut nobar tersebut sengaja dirancang bukan sekadar hiburan, tetapi ruang mendengar suara masyarakat secara langsung.
“Bawaslu hadir sebagai sahabat rakyat untuk mendengar cerita-cerita masyarakat tentang demokrasi dan kepemiluan, sekaligus agar masyarakat lebih mengenal Bawaslu Kepulauan Yapen,” ujarnya.
Konsep itu rupanya mendapat respons positif dari masyarakat.
Luis Nenepat yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengaku kagum karena edukasi pemilu dikemas santai tanpa menghilangkan semangat hiburan rakyat.
“Ini sangat menarik. Tadi Bawaslu juga mengedukasi masyarakat di sela pertandingan. Kalau bisa ke depan saat Piala Dunia atau pertandingan besar lainnya, kegiatan seperti ini tetap dilakukan,” katanya.
Hal senada disampaikan perwakilan media, Iqi Aninam. Menurutnya, kegiatan itu menjadi contoh bahwa diskusi kecil dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berdampak.
“Ada edukasi pemilunya, ada game-nya, ada ceritanya, dan ada nobarnya. Ini sangat asik dan menarik sekali,” ujarnya.
Di tengah menurunnya minat masyarakat terhadap isu demokrasi formal, pendekatan yang dilakukan Bawaslu Yapen menjadi sesuatu yang berbeda. Mereka tidak datang membawa pidato panjang atau forum yang kaku, tetapi masuk melalui ruang yang paling dekat dengan masyarakat: sepak bola dan kebersamaan.
Di Serui malam itu, demokrasi tidak dibicarakan dengan bahasa rumit. Demokrasi hadir lewat tawa, nyanyian suporter, kuis sederhana, dan percakapan rakyat di bawah cahaya layar pertandingan Persipura.
Dan mungkin, justru dari ruang seperti itulah kesadaran publik tumbuh lebih baik dalam Pengawasan Pemilu mendatang. (*)






