fokusinews.com / Jakarta – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan gerakan strategis untuk mengubah peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah ritual (mahdhah), tetapi juga sebagai pusat edukasi sosial dan garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Langkah ini merupakan respons konkret terhadap tantangan degradasi lingkungan di ibu kota serta implementasi nilai-nilai Islam tentang tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Ketua DMI Provinsi DKI Jakarta, KH Ma’mun Al Ayyubi, menegaskan bahwa masjid memiliki posisi strategis sebagai pusat peradaban umat. Oleh karena itu, masjid harus mampu memberikan keteladanan nyata dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan, baik di area internal masjid maupun di lingkungan permukiman warga sekitarnya.
“Masjid bukan hanya tempat shalat semata, tetapi juga pusat pembinaan masyarakat. Budaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan harus dimulai dari masjid. Jika masjid bersih dan asri, maka jamaah akan terbawa untuk menerapkan hal yang sama di rumah dan lingkungannya,” ujar KH Ma’mun Al Ayyubi dalam arahannya di Kantor DMI Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Utara, pada Minggu (3/5/2026).
Implementasi Nilai Religius dalam Aksi Nyata
Menurut KH Ma’mun, kepedulian terhadap lingkungan adalah bagian integral dari ajaran Islam. Prinsip Thaharah (kesucian/kebersihan) dan konsep Hifz al-Bi’ah (menjaga lingkungan) menjadi landasan teologis gerakan ini. DMI DKI Jakarta mengajak seluruh pengurus masjid (Takmir) untuk menerjemahkan iman tersebut ke dalam aksi nyata, seperti:
Pengelolaan Sampah Mandiri: Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di area masjid dan menyediakan fasilitas pemilahan sampah organik dan anorganik.
Perawatan Saluran Air: Membersihkan selokan dan saluran air di sekitar masjid secara rutin untuk mencegah banjir dan genangan, yang merupakan masalah kronis di beberapa wilayah Jakarta.
Gerakan Penghijauan: Memanfaatkan lahan kosong di sekitar masjid untuk taman atau tanaman produktif yang dapat menyerap polusi udara.
Edukasi Jamaah: Menyisipkan materi pentingnya menjaga lingkungan dalam khutbah Jumat dan kajian rutin.
Menggerakkan Budaya Gotong Royong
DMI DKI Jakarta berharap, melalui peran aktif takmir masjid, semangat gotong royong dapat kembali hidup di tengah masyarakat urban Jakarta. Masjid diharapkan menjadi motor penggerak kegiatan sosial kemasyarakatan yang berdampak positif, seperti kerja bakti massal membersihkan lingkungan RW setempat atau kampanye hemat energi.
“Menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah keagamaan dan tanggung jawab bersama. Kami ingin masjid menjadi pelopor dalam membangun kesadaran tersebut. Ketika umat melihat imam dan pengurus masjid peduli pada sampah dan tanaman, mereka akan meniru. Ini adalah dakwah bil hal (dakwah melalui tindakan),” tutup KH Ma’mun.
Gerakan ini akan mulai diimplementasikan secara bertahap di seluruh masjid jami’ dan masjid raya di lima wilayah Kota Administrasi DKI Jakarta, dengan monitoring dan evaluasi berkala oleh jajaran DMI tingkat provinsi.
Tentang Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta
Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta adalah organisasi otonom yang menghimpun pengurus masjid dan musala di wilayah DKI Jakarta. Di bawah kepemimpinan KH Ma’mun Al Ayyubi (Masa Khidmat 2025-2030), DMI DKI Jakarta berkomitmen untuk memberdayakan masjid sebagai pusat peradaban umat yang inklusif, moderat, dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Jurnalis
Jaya Putra






