Fokusinews.com,1 Maret 2026
Lampung Selatan – media sosial dihebohkan dengan kabar terjadinya longsor di kawasan hutan lindung Gunung Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Fenomena ini memicu kekhawatiran masyarakat mengingat peran vital gunung berapi tersebut di ujung Sumatera. Rabu 1/04/2026.
Hal ini juga menjadi perhatian serius dari lembaga swadaya masyarakat LSM GMBI Distrik Lampung Selatan yang di ketuai Chasmayanto mengomentari terjadinya longsor di kawasan Gunung Rajabasa yang sempat menjadi perhatian publik,dan berbagai kalangan masyarakat dalam memberi penjelasan ke awak media mengatakan bahwa kawasan Gunung Rajabasa yang tadi tidak menjadi perhatian publik keni menjadi perhatian,karna berapa meter ada longsor hingga menjadi perhatian apakah di lakukan oleh manusia atau oleh faktor alam.
Dengan ada kejadian longsor tersebut tentunya pemerintah dapat melakukan pengecekan secara langsung agar persoalan longsor Gunung Rajabasa tak membuat rasa ketakutan masyarakat” tegasnya.
Hal senada di sampaikan pula oleh Sekretaris GMBI Lampung Selatan SYAHRUL,SE disela mendampingi Ketua GMBI saat di lamban adat Marga Kesugihan.
Bahwasanya saat ini memang Gunung Rajabasa sudah terlihat jelas oleh kasat mata ada dua titik lokasi longsor,dengan harapan agar pihak pemerintah baik kabupaten atau Provinsi melalui Dinas terkait agar segera melakukan turun langsung kelokasi untuk benar- benar memastikan penyebab kelongsoran apakah faktor Alam atau memang ada campur tangan orang- orang yang tidak bertanggung jawab sehingga merusak cagar alam yang seharusnya di jaga.

Kemudian para tokoh adat pun mengambil bagian dari viralnya peristiwa tersebut gerak cepet dari Para tokoh adat dan tokoh masyarakat lereng gunung Rajabasa Lampung Selatan gelar musyawarah di lamban balak marga legun Desa kesugihan gunan antisipasi serta mengatasi agar kedepannya tidak ada peristiwa yang cukup besar seperti di daerah Aceh dan sekitarnya,
Peristiwa ini memancing ribuan reaksi netizen yang mayoritas menyuarakan doa keselamatan sekaligus kritik tajam terhadap pengelolaan kawasan hutan berbagai lembaga terutama LSM GMBI Distrik Lampung Selatan dan para tokoh adat dan masyarakat.
Berharap Keselamatan Wilayah gunung rajabasa harapannya agar seluruh masyarakat Lampung dilindungi, mengingat Gunung Rajabasa adalah pelindung utama wilayah tersebut.
Karna Pentingnya Kelestarian alam Gunung Raja basa, mengingatkan bahwa kerusakaan dapat berdampak pada stabilitas Lampung sebagai gerbang ekonomi antara Pulau Jawa dan Sumatra.
Chasmayanto secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk bertindak berani terhadap oknum yang membuka lahan di zona lindung. “Apa pun alasannya dan dasarnya dampaknya dari kerusakan hutan ini bisa fatal,” imbuhnya.
Gunung Rajabasa memiliki ketinggian 1.281 meter di atas permukaan laut dan secara teknis merupakan gunung berapi aktif meskipun tidak memiliki catatan letusan besar. Letaknya yang bersinggungan langsung dengan garis pantai Teluk Lampung dan Selat Sunda menjadikan stabilitas lerengnya sangat krusial untuk mencegah bencana susulan seperti banjir bandang atau longsor yang lebih luas.
memberikan peringatan keras agar masyarakat di sekitar lereng bersama-sama menjaga kelestarian hutan dari “tangan-tangan kotor” yang merusak alam demi kenyamanan anak cucu di masa depan.
Hingga saat ini, pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan maupun Kementerian Kehutanan belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden longsor ini,masyarakat berharap segera ada langkah mitigasi, termasuk peninjauan teknis ke lokasi untuk memastikan apakah longsoran ini berpotensi membahayakan masyarakat yang tinggal di kaki gunung Rajabasa.*
