Fokusinews Samarinda __ Untuk menjaga keamanan agar para demontrasi tidak masuk ke dalam area kantor gubernur Kal-Tim, pihak keamanan memasang kawat berduri di depan kantor gubernur dan kantor DPRD Kal-Tim.
Sayangnya kawat berduri tersebut tidak cukup ampuh untuk menahan aksi para demontrasi, beberapa Mahasiswa dan Anggota Ormas serta warga sipil yang tergabung dalam Aliansi Pejuang Masyarakat Kal-Tim terlihat menarik dan bergotong royong untuk menyingkirkan kawat berduri tersebut supaya mereka tidak terhalang dalam menggelarkan aksi mereka.
Hal yang menarik lainnya dari aksi demontrasi Selasa 21 April 2026 yang menuntut gubernur dan wakil gubernur Kal-Tim mundur dari jabatannya adalah hadirnya para anggota disabilitas untuk pertama kalinya ikut aksi.
Perwakilan Forum Peduli Penyandang dan Aktivis Disabilitas Kal-Tim Muhammad Ali mengatakan hadirnya mereka dalam aksi 21 April 2026 di picu oleh dihentikannya Bantuan Terencana Sosial (BTS) yang sebelumnya rutin diterima sejak era Awang Farouk dan Isran Noor.
Selain menuntut kembalinya BTS atau Bantuan Terencana Sosial mereka juga menyorot minimnya kesempatan kerja untuk penyandang disabilitas dan banyaknya BPJS untuk warga yang kurang mampu tidak aktif.
Melalui aksi ini mereka berharap pemerintah provinsi Kal-Tim mengembalikan BTS dan memperbaiki akses kesehatan serta menyediakan ketenagakerjaan bagi penyandang Disabilitas Kalimantan Timur. (AM)
