Biak Numfor-Papua. Fokusinews. Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah Distrik Samofa secara resmi mencanangkan 18 kampung dan kelurahan sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Selasa, 28 April 2026.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program serupa yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya di wilayah Adaisnosen.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Pusat Statistik “Akhmad Fauzi“, menyampaikan bahwa untuk tahun 2026, arah pengembangan tidak lagi hanya berfokus pada Desa Cantik, tetapi meningkat menjadi “Distrik Cantik”.
Hal ini ditandai dengan komitmen seluruh kampung dan kelurahan di Distrik Samofa yang sepakat menjadikan wilayahnya sebagai desa berbasis statistik.
“Dengan seluruh kampung dan kelurahan menjadi Desa Cantik, diharapkan pengelolaan, pengumpulan, dan penyajian data di 18 kampung tersebut dapat berjalan secara valid dan selalu diperbarui. Ini akan berdampak langsung pada kualitas data di tingkat distrik,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten II Setda, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKD), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), serta Dinas Sosial. Ke depan, pengembangan variabel data akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari indikator sederhana agar aparat kampung sebagai agen statistik tidak mengalami kesulitan.

“Ke depan, data yang dikumpulkan bisa diperluas, mencakup data disabilitas, kondisi ekonomi, dan variabel lainnya sesuai kebutuhan pembangunan,” tambahnya.
Program ini diharapkan mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar dapat direplikasi di distrik lain di Kabupaten Biak Numfor. Dengan demikian, validitas dan akurasi data dapat terjaga secara menyeluruh, mulai dari tingkat kampung hingga kabupaten.
Selain pencanangan Desa Cantik, kegiatan juga dirangkaikan dengan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini tengah berlangsung. Sensus ini merupakan salah satu agenda besar BPS yang akan dilaksanakan pada Mei hingga Agustus 2026.
Melalui sosialisasi ini, aparat kampung dan kelurahan diharapkan memahami konsep, manfaat, serta tujuan Sensus Ekonomi, sehingga mampu menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat hingga tingkat RT/RW.
“Harapannya, masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan data yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dengan begitu, hasil Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Biak Numfor akan menghasilkan data yang berkualitas dan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” tutupnya.
(Heri)/Kaperwil Papua










