Yapen-Papua,Fokusinews.com. Suasana penuh sukacita mewarnai penyambutan rombongan Persekutuan Wanita (PW) Jemaat GKI Simon Petrus Wadibu, Klasis Biak Timur, yang melaksanakan kunjungan balasan atau Iman Tour Wisata Rohani ke Jemaat GKI Pniel Turu, Klasis Yapen Selatan. Sabtu, 20 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Pendeta Novela Kareth, S.Th., menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sehingga rombongan Persekutuan Wanita (PW) Jemaat Simon Petrus Wadibu dapat tiba dengan selamat dan kembali dipertemukan dengan keluarga seiman di Jemaat Pniel Turu.
“Kami Jemaat Pniel Turu sangat bersuka cita dan mengucap syukur kepada Tuhan karena boleh mempertemukan kami kembali sebagai saudara seiman. Persekutuan ini kiranya semakin mempererat kasih dan persaudaraan di dalam Kristus, dengan tujuan utama memuliakan nama Tuhan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa sekitar lima tahun lalu PW Jemaat Pniel Turu pernah melakukan kunjungan iman ke Jemaat Simon Petrus Wadibu. Kini, melalui kunjungan balasan tersebut, kedua jemaat kembali dipersatukan dalam kasih Tuhan sebagai wujud nyata persekutuan gereja.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih lima hari bukan sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi menjadi kesempatan untuk saling belajar, berbagi pengalaman pelayanan, memperkuat iman, serta membangun kebersamaan sebagai satu keluarga besar di dalam Kristus.
Pendeta Novela berharap setiap peserta memperoleh pengalaman rohani yang membawa perubahan nyata dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun pelayanan di tengah jemaat.
“Harapan kami, ibu-ibu yang datang tidak pulang dengan tangan kosong. Tetapi pulang membawa sukacita, pembaruan iman, serta semangat baru untuk melayani Tuhan. Perubahan itu hendaknya dimulai dari dalam keluarga, berdampak kepada suami, anak-anak, lingkungan sekitar, hingga kehidupan bergereja,” katanya.
Ia menegaskan bahwa perjalanan rohani akan memiliki makna apabila menghasilkan perubahan karakter dan pertumbuhan iman, bukan sekadar menjadi perjalanan wisata.
“Kalau hanya datang, berjalan-jalan lalu pulang tanpa ada perubahan, tentu perjalanan ini kehilangan maknanya. Namun ketika kita saling berbagi dalam setiap kegiatan dan kembali dengan hati yang diperbarui, maka kunjungan ini menjadi berkat, baik bagi yang datang maupun yang menerima,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pendeta Novela juga mengajak seluruh peserta untuk menghidupi semangat Tahun Kepedulian GKI di Tanah Papua dengan menunjukkan kasih kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan perhatian, seperti orang sakit, kaum marginal, yatim piatu, janda, duda, serta mereka yang terabaikan.
Menurutnya, gereja dipanggil untuk hadir sebagai alat kasih Tuhan melalui tindakan nyata yang menghadirkan penghiburan, kepedulian, dan pelayanan kepada sesama.
“Kita semua dipanggil untuk saling melayani, memperhatikan yang berkekurangan, yang sakit, yang terpinggirkan, sebagai satu keluarga Allah. Itulah wujud iman yang nyata di tengah kehidupan,” tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Pendeta Novela berharap kunjungan iman tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara Klasis Yapen Selatan dan Klasis Biak Timur sekaligus memperkokoh komitmen kaum perempuan GKI untuk terus melayani Tuhan dengan penuh kasih, sehingga menghadirkan perubahan positif bagi keluarga, jemaat, dan masyarakat.
Kegiatan Iman Tour Wisata Rohani ini diharapkan menjadi wadah memperkuat persaudaraan antarjemaat serta melahirkan perempuan-perempuan gereja yang semakin setia melayani, peduli terhadap sesama, dan menjadi teladan dalam membangun keluarga yang berpusat kepada Kristus.
(Heri)




